Share

Kembangkan Ekonomi Kreatif, IKKON Bekraft Survei Potensi Bojonegoro

Bojonegoro, 24/7 (Media Center)  – Menindaklanjuti kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan Badan Ekonomi Kreatif  (Bekraf) mengenai pengembangan potensi ekonomi kreatif, sebagai tahap pertama Tim IKKON (Inovatif dan Kreatif
melalui Kolaborasi Nusantara) Bekraf melakukan survei kajian potensi lokal Bojonegoro pada tanggal 10-23 Juli 2017.
Kedatangan pertama Tim IKKON Bekraf disambut oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Agus Suprianto di
UPT Pusat Pengembangan Industri Kreatif, menerima penjelasan tentang keadaan serta potensi masyarakat Bojonegoro.
Selanjutnya Tim IKKON Bekraf berkunjung ke Gedung Pemkab Bojonegoro, memperkenalkan jajaran tim serta
menjelaskan tujuan kedatangan tim kepada Bupati Bojonegoro dan beberapa Kepala Dinas Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro, Suyoto, menyambut baik kedatangan Tim IKKON Bekraf, karena bisa membawa dampak positif
bagi pengembangan potensi lokal daerahnya. Ia meminta kepada Tim IKKON Bekraf melakukan kajian potensi lokal
mampu menjangkau seluruhnya baik bahan baku maupun kualitas sumber daya manusia (SDM).
Tim IKKON Bekraf akan tinggal di Bojonegoro selama empat bulan, dengan empat tahapan yaitu tahap survey potensi
(Juli), tahap proses desain dan pra produksi (Agustus), tahap proses prototype (September), dan yang terakhir tahap
penyempurnaan serta persiapan pameran (Oktober).
Yanna Diah Kusumawati selaku Mentor Tim IKKON Bekraf Bojonegoro terpukau dengan sejuta potensi yang yang
dimiliki Bojonegro, seperti tanahnya yang bergerak, banyaknya sumur minyak dengan tehnik pengambilan tradisional,
kayangan api yang melegenda, tambang batu kapur yang majestic, ditambah keberadaan masyarakat Samin dengan
integritas budayanya yang kuat, kulinernya enak.
“Orang-orangnya hangat dan terbuka, Bojonegoro banget!,” tukasnya.
Adapun tempat-tempat yang telah dikunjungi oleh Tim IKKON antara lain Bubulan (wayang thengul), Padangan (wayang
thengul dan krucil), Gondang (batu onyx), Margomulyo, Kasiman dan Sukerejo (jati, budaya Samin, tenun, arva mode),
Malo (gerabah), Temayang, Tambakrejo, dan Sumberejo (batik), Kalitidu (belimbing), Baureno (kasur), Balen (tali
tampar).
Selain mengunjungi berbagai tempat perajin, Tim IKKON Bekraf juga mengunjungi sejarawan, museum,
sekolah-sekolah serta dinas-dinas setempat untuk menggali lebih dalam tentang informasi, kebiasaan dan gaya hidup
masyarakat Bojonegoro.
Kedatangan Tim IKKON Bekraf bertujuan untuk mempercepat peningkatan kualitas produk kreatif di daerah melalui
kegiatan kolaboratif antara peserta program „IKKON‟ dengan para potensi kreatif lokal di sentra-sentra industri kreatif,
meningkatkan kapasitas SDM, meningkatkan kualitas produk lokal yang khas dan berdaya saing serta terciptanya
ekosistem kreatif yang kondusif dan menjadi wadah bagi para peserta pelaku ekonomi kreatif untuk lebih memahami
potensi lokal sebagai sumber inspirasi dalam berkarya yang saling membawa manfaat bagi kedua belah pihak, serta
berpotensi menyediakan bahan kajian untuk Pemerintah dalam membuat kebijakan-kebijakan terkait pengembangan
ekonomi kreatif di daerah.
Ditambahkan Yanna Diah Kusumawati, “Hanya secuil potensi Bojonegoro yang dapat dikembangkan oleh Tim IKKON
dalam rentang waktu yang sedikit. Diperlukan rencana jangka pendek hingga panjang untuk dapat memunculkan
Bojonegero secara menyeluruh. Berharap kepada Pemerintah Daerahnya untuk membuat strategic plan terkait dengan
pengembangn potensi wisata alam, religi, budaya, arsitektur lokal, kerajinan,energi alam dll. Semua harus dikemas
dengan tidak merubah keaslian sumber daya alam, budaya dan roh Bojonegoro”.(dwi/mcb)

Leave a Comment