Share

Kemenag Gelar Pembinaan Jamaah Pasca Haji

Bojonegoro, 26/10 (Media Center) – Masa krusial penyelenggaraan haji 2018 telah terlewati, hal ini menjadi bahan evaluasi bagi wakil rakyat di DPR RI.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bambang Budi Santoso memiliki sejumlah catatan yang bisa menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan penyelenggaraan haji di tahun depan.

Hal ini disampaikan pada acara Pembinaan Jamaah Pasca Haji di kantor Kementrian Agama Bojonegoro, Jumat (26/10).

Satu-satunya anggota DPR RI asal Bojonegoro ini menyampaikan, pengawasan yang dilakukan diantaranya Akomodasi (pemondokan), tranportasi (darat & udara), kesehatan, makanan (konsumsi), dan petugas haji atau sumber daya manusia.

“Selama pengawasan, kami menyatakan puas dengan kinerja Kemenag selama pelaksanaan haji,” ujar pria yang biasa disapa Bambang Kitok ini.

Tahun 2018, Jemaah haji Indonesia secara resmi diikuti sebanyak 203.351 haji regular dan 16.905 haji khusus yang dikelola travel khusus dengan biaya yang jauh lebih tinggi dibanding dengan haji reguler.

Kementerian Agama yang diberikan kewenangan untuk mengatur perjalanan ibadah ini, sehingga dibutuhkan kemampuan ekstra untuk memastikan semua jamaah haji itu dapat terlayani dengan baik.

Komitmen Kementerian Agama menyediakan pemondokan (maktab) Jemaah haji Indonesia baik di Mekkah maupun di Madinah adalah penginapan sekelas hotel bintang tiga dengan segala fasilitas yang dimilikinya.

Sementara untuk transportasi baik udara maupun darat selama di Arab Saudi, tahun ini terdapat inovasi yang sangat bagus. Pemeriksaan imigrasi jamaah haji telah dilakukan di embarkasi Indonesia.

Tahun-tahun sebelumnya, pemeriksaan di Arab Saudi bisa memakan waktu 4-5 jam. Namun, dengan pemeriksaan imigrasi di Indonesia, ketika di imigrasi Arab Saudi cukup memakan waktu 30-60 menit.

“Sehingga jamaah haji Indonesia dapat langsung ke Bis untuk diberangkatkan ke masing-masing penginapan,” tegasnya.

Terpisah, Subagyo (55), jamaah asal Kecamatan Purwosari, menyampaikan, secara keseluruhan pelayanan yang didapatkan saat melaksanakan ibadah haji sudah bagus.

“Tapi kalau bisa, saat di tenda ditambahkan alat pendingin atau ac lagi. Karena cuaca disana sangat panas,” harapnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment