Share

Kerugian Banjir Bojonegoro Terbesar Berasal dari Sektor Pertanian

Bojonegoro, 3/12 (Media Center) – Banjir Bengawan Solo yang menerjang Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejak beberapa hari lalu mulai surut. Namun bencana tahunan ini selain menyisakan kerugian material cukup besar yakni mencapai Rp30.180.200.00, juga mengakibatkan satu orang meninggal di Desa Lengkong, Kecamatan Balen.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro pada Jumat (2/12) kemarin, kerugian terbesar akibat bencana ini adalah terendamnya lahan pertanian padi yang mencapai 4.228 hektar (Ha) yang tersebar di 65 Desa di sembilan kecamatan yang meliputi Bojonegoro, Kalitidu, Dander, Trucuk, Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor, dan Baureno. Rata-rata ketinggian air antara 10 hingga 100 cm.

Kemudian kerusakan lahan sawah seluas 759 Ha, Polowija 105 Ha, pekarang 67 Ha, dan lahan tegalan 49 Ha. Rumah yang tergenang mencapai 7.100 kepala keluarga (KK) dan yang mengungsi sebanyak 1.101 jiwa. Selain itu jumlah ternak yang diungsikan mencapai 686 ekor.

Banjir juga merendam fasilitas umum yakni sembilan Taman Kanak-kanak (TK), tujuh sekolah dasar (SD), tiga SMP, satu SMA, enam masjid, dan 2 musala. Selain itu juga 58.065 meter jalan desa, 28.580 meter jalan lingkungan, dan 52 jembatan.

“Sampai tanggal 2 Desember kemarin, kerugiannya 30.180.200.000 rupiah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Andik Sujadrwo, Jumat (2/12) kemarin.

Dari 65 desa terdapampak banjir, kerugian paling besar terjadi di wilayah Kecamatan Balen. Dua desa di wilayah mengalami kerugian paling besar yakni Desa Sarirejo, dan Mulyorejo.(dwi/mcb)

Leave a Comment