Share

Kerugian Bencana Angin Kencang Bojonegoro Rp1,7 Miliar

Bojonegoro (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan kerugian dalam 45 kejadian bencana angin kencang di 64 desa yang tersebar di 21 kecamatan mencapai Rp1,7 miliar lebih.

“Kerugian bencana angin kencang itu terjadi sejak 1 Januari sampai 3 Desember,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, Jumat (4/12).

Ia menjelaskan kerugian bencana angin kencang itu, disebabkan banyak pemukiman warga mulai yang roboh, rusak berat, sedang dan ringan, termasuk robohnya bangunan lainnya, seperti gudang.

“Bencana angin kencang yang terjadi tahun ini, juga mengakibatkan satu warga meninggal dunia, atas nama Karmini (75), warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo. Ia meninggal dunia tertimpa rumahnya yang roboh,” jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, dalam kejadian bencana angin kencang itu, juga mengakibatkan sejumlah warga menderita luka-luka, disebabkan tertimpa rumahnya yang roboh, atau tertimpa pohon tumbang.

Menurut dia, pemkab selalu memberikan santuan uang kepada para korban bencana angin kencang, juga bencana lainnya.

Hal itu, lanjut dia, mengacu Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro No. 37 tahun 2012 tentang Pemberitan Santunan/Bantuan Korban Bencana.

Sesuai perbup, jelas dia, korban angin kencang yang rumahnya roboh dengan tingkat kerugian di atas Rp10 juta, memperoleh santuan uang Rp5 juta.

Warga yang rumahnya rusak berat, memperoleh santunan uang Rp2,5 juta, rumah rusak sedang Rp1,5 juta dan rusak ringan Rp500 ribu.

“Santunan uang bagi korban bencana bisa disalurkan tidak lebih tiga pekan,” ucapnya, menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment