Share

Kesenian Sandur Bojonegoro Tampil Kocak Sindir Politisi

Bojonegoro, 2/12 (Media Center) – Grup kesenian teater tradisisonal Sandur mampu tampil kocak dalam dialog yang menyindir politi di acara “Launching” Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (1/12).

Dalam acara itu, kesenian tradisional Sandur tampil hanya dalam bentuk dialog terkait masalah pemilu, tanpa dilengkapi dengan penampilan kesenian Sandur dalam penampilan normal.

“Ya, sekarang kesenian sandur sudah berani mengolah ceritera sesuai dengan kekinian,” kata salah seorang pemain Sandur Bojonegoro Tulus Darma, sebelum acara pementasan kesenian Sandur.

Menurut dia, para pemain sandur yang pusatnya di Kelurahan Ledokkulon, Kecamatan Kota, harus berlatih ekstra keras, karena panitia “Launching” Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, hanya memberi waktu penampilan sekitar 10 menit.

Padahal, lanjut dia, penampilan kesenian sandur yang normal, mulai tari-tarian “panjak hore”, dialog teater tradisional tokoh sandur, juga atraksi “kalongking” memanjat dengan pohon bambu bergelantungan di tali bisa berlangsung sekitarn 2 jam.

“Penampilannya ya tanpa kalongking,” ujarnya.

Meski tanpa kalongking, penampilan sejumlah aktor sandur, yang berpenampilan mirip wayang orang, antara lain, Balong, Petak, juga yang lainnya, dalam dialog mampu membuat udangan yang hadir tertawa terpingkal-pingkal. Hadir dalam acara itu Ketua KPU Arief Budiman, juga Ketua KPU Jawa Timur, Eko Sasmito.

Dalam penampilan teater tradisional itu, digambarkan tokoh yang terlibat dalam dialog merupakan warga desa yang lugu, tetapi mampu mencermati iklim pemilu secara cerdik.

Pementasan sandur itu digambarkan dua tokoh sandur yang memperebutkan seorang gadis dan sebuah kursi (diibaratkan pemilu).

Ketua KPU Arief Budiman, dalam acara itu, mantargetkan hasil perolehan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bojonegoro bisa diketahui dengan cepat paling tidak dalam sehari sudah bisa diketahui publik melalui internet.

“Saya minta KPU Bojonegoro memiliki target untuk mengunggah melalui internet hasil perolehan suara pilkada paling tidak 1X24 jam sudah bisa diketahui publik,” kata dia menegaskan.

Kepala KPU Jawa Timur, Eko Sasmito, mengharapkan dalam pelaksanaan pilkada di daerahnya tidak hanya bisa berjalan secara prosedural, tertib pelaksanaan sesuai ketentuan, tetapi juga secara substansial mampu melibatkan masyarakat.

Sebab, lanjut dia, dalam pemilu pada prinsipnya untuk memilih pemimpin yang prosedural tanpa terjadi kekerasan.

“Keterlibatan masyarakat dalam pemilihan penting, mulai ikut menyosialisasikan pilkada, juga menjadi penyelenggara,” ucapnya.

Hadir dalam acara itu panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), jajaran parpol, pejabat pemerintah kabupaten (pemkab) juga undangan lainnya. (*/mcb)

Leave a Comment