Share

Keterbukaan Dokumen Kontrak Untuk Minimalisir Korupsi

Bojonegoro, 17/1 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, menggelar sosialisasi Keterbukaan Dokumen Kontrak Dan Sapu Bersih Pungutan Liar (saber pungli) di Aula Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, selasa (17/1)

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh puluhan Penyedia Jasa baik Kontraktor maupun Konsultan, seluruh pimpinan komisi DPRD, Forkopimda serta SKPD terkait dilingkup Pemkab Bojonegoro.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang, Andi Tjandra, mengatakan, sosialisasi ini merupakan rangkaian dari keterbukaan dokumen kontrak yang akan dicanangkan pada tahun 2017.

“Keterbukaan dokumen kontrak adalah upaya Pemkab Bojonegoro untuk memperkecil penyimpangan,”ujarnya disela-sela sosialisasi berlangsung.

Selain itu hal-hal yang dapat merugikan semua pihak, termasuk tindak pidana korupsi, sehingga keberadan Saber Pungli juga melekat pada keterbukaan dokumen kontrak.

“Kami berharap, setiap rekanan harus melek Teknologi Informasi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto menyampaikan, rekanan harus turut serta meningkatkan gerakan saber pungli, karena jika masih ada pungli hasil pembangunan pasti jelek.

“Jika tidak ada korupsi dan pungli, hasil pekerjaan akan baik dan rakyat pun akan senang.” imbuhnya.

Sehingga dipilih keterbukaan dokumen kontrak, dimana yang akan dibuka meliputi, kontrak politik, kontrak profesional, kontrak bisnis. Selain itu diharapkan, dengan adanya keterbukaan dokumen kontrak ini bisa meningkatkan kompetisi antar rekanan.

Keterbukaan Data Kontrak, terkait pengadaan barang/jasa di Bojonegoro ada 8 keterbukaan yang harus dipenuhi mulai dari perencanaan, persiapan, proses pemilihan, pelaksanaan, sampai dengan pencatatan. Setiap rekanan juga diwajibkan memiliki website, dimana didalam website tersebut berisi profil masing-masing CV atau PT, termasuk pengalaman pelaksanaan pekerjaan.(dwi/mcb)

Leave a Comment