Share

Ketersediaan Pupuk Bagi Petani Bojonegoro Aman Hingga Akhir 2019

Bojonegoro, Media Center – Penyaluran pupuk bagi para petani di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2019 ini terbilang cukup. Kebutuhan pupuk sebagian besar dipenuhi dari kuota pupuk bersubsidi yang telah disediakan oleh Pemkab Bojonegoro.

Kepala Disperta Bojonegoro, Helmi Elisabeth mengatakan, meski terbilang cukup, namun demikian kuota pupuk ada realokasi untuk tahun 2019.

“Prinsip alokasi pupuk pasti tidak mencukupi dari rencana definitif kebutuhan kelompok atau RDKK. Karena kuota pupuk itu dari pusat,” ujarnya, Kamis (5/12/2019).

Saat ini, persentase ketersediaan pupuk bersubsidi diprediksi mencukupi kebutuhan petani pada musim tanam sekarang ini.

“Selain itu, ketersediaan pupuk itu juga bisa mencukupi kebutuhan petani yang berada di bantaran Sungai Bengawan Solo,” tambahnya.

Penyerapan pupuk, ditambahkan, biasanya digunakan bagi petani yang berada di Bantaran Bengawan Solo. Ini dikarenakan luas lahan pertanian di wilayah tersebut bisa panen padi hingga tiga kali dalam setahun.

Dari data yang diperoleh menyebutkan, Pupuk Urea ketersediaan sebanyak 65.085 ton, pupuk SP 36 ketersediaan sebesar 15.322 ton, Pupuk ZA ketersediaan sebesar 23.165.

Selanjutnya, jenis pupuk NPK ketersediaan sebesar 36.877 ton, dan jenis pupuk organik ketersediaan sebesar 37.679 ton.

“Pada September kemarin kita telah mengajukan pupuk bantuan kembali ke pusat, sehingga kebutuhan pupuk di Bojonegoro dipastikan cukup hingga akhir Desember 2019,” pungkasnya.(Dwi)

Leave a Comment