Share

Ketinggian Air Bendung Gerak Bojonegoro Terus Berkurang

Bojonegoro (Media Center) – Ketinggian air di Bendung Gerak Bengawan Solo di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus berkurang rata-rata sekitar 10 centimeter per hari, disebabkan tidak memperoleh pasokan air dari daerah hulu, Jawa Tengah.

Juru Pintu Perum Jasa Tirta (PJT) V di Bojonegoro Gigih NP, di Bojonegoro, Jumat, mengatakan, ketinggian air pada papan duga di Bendung Gerak rata-rata berkurang sekitar 10 centimeter per hari, sejak sepekan terakhir.

“Air di Bendung Gerak dikeluarkan melalui satu pintu dengan bukaan setinggi 10 centimeter,” jelas dia.

Berkurangnya ketinggian air di Bendung Gerak, menurut dia, karena tidak ada pasokan air dari daerah hulu, Jawa Tengah, juga tambahan air hujan.

Menurut dia, kalau tidak ada tambahan air dari daerah hulu, Jawa Tengah, yang berasal dari waduk Gajahmungkur, Wonogiri, maka debit air di daerah hilir, Jawa Timur, akan menyusut drastis.

“Kalau ada pasokan air dari daerah hulu Jawa Tengah, biasanya ketinggian air di Bendung Gerak bisa stabil, meskipun air dikeluarkan melalui pintu Bendung Gerak ke arah hilir,” ucapnya.

Saat ini, katanya, ketinggian air pada papan duga di Bendung Gerak mencapai 11,40 meter, masih lebih tinggi dibandingkan dengan ketinggian air kemarau tahun lalu dalam waktu bersamaan yang hanya 9,5 meter.

“Pemanfaatan air melalui Bendung Gerak musim kemarau tahun ini lebih terkendali, dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan tujuh pintu pengeluaran di Bendung Gerak tahun lalu di buka secara penuh, karena sudah ada tambahan air hujan, pada 21 November.

“Kalau perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di sepanjang daerah aliran (DAS) Bengawan Solo, hujan dimulai Desember,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment