Share

Ketinggian Air Bengawan Solo Berangsur Turun Dibawah Siaga

Bojonegoro (Media Center) – Ketinggian air Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro diprediksi akan semakin turun, sepanjang tidak terjadi kiriman dari hulu serta hujan lokal. Walaupun demikian, masyarakat tetap diminta selalu waspada.

Muchtarom, Kasi Operasi UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro mengatakan, tinggi muka air Senin pagi pukul 06.00 wib sudah berada di angka 13.50 pheischal setelah sehari sebelumnya mencapai angka 14.82 pheischal alias siaga II.

“Ketinggian air Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi, juga Karangnongko, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, sudah turun dibawah siaga banjir,” jelasnya.

Namun Muchtarom mengingatkan, kondisi ini bisa saja berubah jika terjadi intensitas hujan lokal yang meninggi, lantaran juga dipengaruhi air laut pasang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Andik Sudjarwo mengaku, belum memastikan jumlah kerugian akibat banjir luapan air Sungai Bengawan Solo. Saat ini ratusan hektare tanaman padi yang tersebar di beberapa kecamatan di Bojonegoro masih terendam air dan sebagian dipastikan gagal panen. Selain padi, ratusan rumah juga tergenang.

“Trend air sudah mulai turun, mudah-mudahan segera surut agar padi yang terendam terselamatkan,” ungkapnya.

Sejak dua hari terakhir, Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo di Bojonegoro terus naik hingga menyentuh level siaga II. Air tersebut kiriman dari wilayah hulu seperti Ngawi, Madiun, Ponorogo dan Kudus.

Saat berita ini diturunkan, papan duga ketinggian air yang berada di taman bengawan solo (TBS) pada pukul 18.00 wib, menunjukkan angka 12.50 pheischal atau dibawah siaga. (dwi/*acw)

Leave a Comment