Share

Ketua PGRI Bojonegoro Imbau Guru Honorer Tetap Laksanakan Tugas

Bojonegoro, 21/9 (Media Center) – Ketua PGRI Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Ali Fatikin, mengimbau agar para guru honorer K2 tetap melakukan aktivitas belajar dan mengajar di sekolah masing-masing seperti biasanya.

Imbauan ini menyusul adanya protes dari seluruh guru honorer di Indonesia yang tidak memiliki kesempatan menjadi PNS dengan adanya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang dianggap memberatkan adalah tenaga honorer K2 yang berhak mengikuti proses CPNS maksimal harus berusia 35 tahun. Ketentuan ini pun kemudian diturunkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

“Karena perjuangan di pusat dan provinsi telah dilakukan oleh pengurus sesuai kapasitasnya, maka kami imbau agar para guru mengedepankan kepentingan pembelajaran di sekolah,” ujar Ali Fatikin, Jumat (21/9).

Pihaknya mendesak kepada Pengurus Besar PGRI agar komunikasi dengan lembaga pusat terkait aturan rekrutmen direvisi, sehingga memberi peluang kepada guru-guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun menjadi CPNS.

“Kami berharap, para pengambil keputusan di Pemkab Bojonegoro memperhatikan kesejahteraan guru-guru honorer. Terutama yang sudah mengabdi puluhan tahun,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Kabupaten Bojonegoro, Kuzaini, mengaku, jika tes CPNS merupakan wewenang pusat dan telah diatur dalam perundang-undangan.

“Daerah hanya pelaksana saja, jadi kita tidak punya kuasa apa-apa untuk mengubah aturan,” pungkasnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment