Share

Kirab Pusaka dan Pentas Sandur Warnai Haul Ki Andong Sari

Bojonegoro (Media Center) – Puncak perayaan Haul Ki Andong Sari di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur digelar hari ini (Selasa, 17/11) . Sebelumnya, telah dilaksanakan pengajian yang digelar sehari sebelum Kirab Pusaka Ki Andongsari. Tak hanya itu, perayaan Haul juga akan diramaikan dengan pentas sandur Kembang Desa pada Selasa malam.

Kirab ini dimulai dari makam Ki Andong Sari dan berkeliling di Kelurahan Ledok Kulon. Dalam iring-iringan ini, delapan pusaka Ki Andong Sari diarak yang dipayungi oleh Manggala Yudha. Barisan selanjutnya, diisi oleh para pelajar yang melantunkan tembang Ki Andong Sari dengan iringan tabuhan rebana dan gamelan.

Setiap tahun warga sekitar melakukan kirab pusaka milik Ki Andong Sari. Kirab digelar tiap memasuki bulan Suro pada tanggal Jawa, tepatnya Selasa Kliwon. Delapan pusaka yang dikirab antara lain pusaka Gagak Cemani, Tombak Godong Andong, Galih Kelor, Menjalin Bang, Menjalin Porong, Pedang Cakra Budaya, Kentrung, dan Kutang Onto Kusumo.

“Setelah Kirab Pusaka, warga Ledok Kulon berkumpul di makam untuk Manganan,” ujar Lurah Ledok Kulon, Sumantri.

Untuk Manganan, warga menyiapkan menu khusus yakni Ayam Panggang dan Pecel Lele. Makanan ini, dipercaya warga sebagai makanan khas yang digemari Ki Andong Sari.

Dalam kepercayaan warga sekitar, Ki Andong Sari dikenal juga dengan nama Ki Tumenggung Metaun. Beliau adalah pejuang di masa penjajahan Belanda, perjuangannya dilakukan dengan cara gerilya menyebarkan ajaran agama Islam. Pada masa itu, agama Islam dianggap simpul pemberontakan terhadap Belanda.(*mcb)

Leave a Comment