Share

Kodim 0813 Akan Gelar Doa Bersama dan TMMD ke 100

Bojonegoro, 5/8 (Media Center) – Dalam waktu dekat ini, Komando Distrik Militer (KODIM) 0813 Bojonegoro, Jawa Timur, akan memiliki dua agenda penting. Yakni memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 72 dan TNI Menunggal Membangun Desa (TMMD) ke 100.

Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo menjelaskan untuk memperingati HUT RI ke 72 akan dilaksanakan doa bersama yang melibatkan komponen masyarakat, ulama dan habib. Dalam kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan khtaman Quran selama satu jam yang dimulai sebelum upacara penurunan bendera merah putih pada tanggal 17 Agustus.

“Sesuai instruksi dari Panglima TNI, kegiatan ini akan dilaksanakan secara serentak di tingkat jajaran. Tujuannya untuk menciptakan perdamaian,” tegas Herry Subagyo saat silaturahmi dengan wartawan di salah satu rumah makan, Jumat (4/8/2017) malam.

Selain itu, untuk memeriahkan HUT RI juga akan digelar lomba internal untuk anggota kodim, dan eksternal untuk menjalin komunikasi sosial dengan elemen masyarakat. Diantaranya dengan jajaran Polres dan wartawan Bojonegoro.

“Untuk semakin merekatkan silaturahmi,” tandasnya.

Sementara pada 5 Oktober akan digelar TMMD ke 100 yang akan dipusatkan di Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo.

Herry menjelaskan TMMD ke 100 ini merupakan tambahan. Karena sebelumnya TMMD dilakukan dua kali dalam setahun. Untuk TMMD ke 98, lanjut dia, telah dilaksanakan di Tuban dan TMMD ke 99 di Lamongan.
“Kemudian ada perubahan setahun tiga kali, dan tambahan ini diminta untuk dilaksanakan di Bojonegoro,” ungkap Dandim.

Herry menuturkan dipilihnya Desa Meduri ini karena desa di ujung barat Bojonegoro sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur. Di antaranya jalan menuju lokasi kegiatan masih ada yang tidak layak dilalui kendaraan. Karena itu nantinya sebelum kegiatan dimulai akan dilakukan pra TMMD untuk membangun akses menuju lokasi kegiatan.

“Sebelum menentukan Desa Meduri sebagai sasaran kegiatan, ada alternatif lain di Ngambon. Tapi dari hasil survei yang kita lakukan Meduri lebih membutuhkan kegiatan fisik dan non fisik,” ujarnya.

Dandim menambahkan, tolok ukur keberhasilan TMMD kali ini bukan sasaran kagiatan. Tetapi harus didukung publikasi karena menjadi bagian dari penilaian.

“Karena itu saya harapkan teman-teman media mendukung kegiatan ini. Kalau TMMD lalu kita mendapat prestasi ke tiga, saya harapkan kali ini bisa lebih baik,” pungkas Dandim. (dwi/mcb)

Leave a Comment