Share

Kodim Bojonegoro Undang Penggilingan Padi dan Pedagang

Bojonegoro (Media Center) – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro, Jawa Timur, mendorong pencapaian target beras kualitas premium sebanyak 15.000 ton beras di Bulog Sub Divre III dengan cara mengundang 220 orang pemilik penggilingan padi dan pedagang beras, Senin (31/8).

“Kami mengundang pemilik penggilingan padi dan pedagang beras untuk bermitra dengan bulog, dalam pengadaan beras kualitas premium,” kata Dandim 0813 Letkol Kav Donova Pri Pamungkas.

Pihaknya menyampaikan, saat ini Bulog baru menyerap beras premium sebanyak 2.200 ton. belum tercapainya target Bulog ini dikarenakan banyaknya pembeli beras dari luar yang menyerbu penggilingan padi dan pedagang di Bojonegoro. Sehingga, dia mengimbau supaya tidak menjual semua stok beras ke pembeli dari luar Bojonegoro demi tercapainya target nasional. Serta meminta untuk segera mendaftarkan diri sebagai mitra Bulog dengan persyaratan yang telah ditentukan.

Dia mengungkapkan, akan terus melakukan pengawalan dan pemantauan di lapangan melalui bintara pembina desa (Babinsa) supaya pemilik penggilingan dan pedagang beras bisa bermitra dengan Bulog. Yakni, mulai dari pendaftaran sampai pada penyaluran beras.

Sementara itu, salah satu pemilik penggilingan padi asal Desa Kenep, Kecamatan Balen Rifai, mengaku, dalam satu hari bisa menghasilkan beras sebanyak 8 ton. Dari hasil itu, sebagian dijual ke pedagang lokal, sebagian lagi ke pedagang luar Bojonegoro.

“Saya minta tolong, kalau mau mendaftar jadi mitra bulog jangan dipersulit,” harapnya.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Jawa Timur Witono, menjelaskan, pengadaan beras kualitas premium tidak ditargetkan jumlahnya.

“Kami melakukan pembelian beras kualitas premium dengan jumlah tak terbatas. Pengadaan ini untuk stok nasional,” katanya.

Hingga 30 Agustus, lanjut dia, di Jawa Timur sudah diperoleh beras dengan kualitas premium sebanyak 129.000 ton dengan harga kisaran Rp8.900 sampai Rp9.200 perkilogram.(dwi/*mcb)

Leave a Comment