Share

Kominfo Bojonegoro Gelar “Njungok Bareng” Soal TI

Bojonegoro, 9/4 (Media Center) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro, Jawa Timur, bekerja sama dengan relawan teknologi informasi (TIK) berencana menggelar diskusi dengan teman “njungok bareng” (duduk bersama) terkait teknologi informasi delapan kali pada 2017.
`
“Sosialisasi sudah sudah digelas sekali dengan menghadirkan Ketua Forum Karang Taruna Bojonegoro Donny Bayu Setiawan dan Ketua RTIK Rifaun Naim,” kata Kepala Bidang Jaringan Komonikasi dan Informasi Dinas Kominfo Bojonegoro Djoko Suhermanto, di Bojonegoro, Minggu.

Dalam acara perdana di Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk itu, yang diberi tema “Njungok Bareng Peran Pemuda di Era Digital” itu, dihadiri seratusan relawan TIK, dan netizen di se-Kecamatan Trucuk.

Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Kominfo Kusnandaka Tjatur dan Kepala Bakesbangpol Linmas Pemkab Kusbiyanto mewakili Bupati Bojonegoro Suyoto, jajaran pemkab dan “Manager External Affair ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

“Tuntutan zaman modern seperti sekarang ini membuat semua menjadi lebih cepat dan serba mudah,” kata Ketua Relawan TIK Bojonegoro Rifaun Naim.

Menurut dia, pemanfaatan media sosial untuk menjual berbagai produk dengan melalui internet seyogyanya bisa dilakukan secara sehat.

Sesuai rencana, kata dia, pelaksanaan sosialisasi TI kepada masyarakat terutama generasi muda akan digelar sekali dalam dua pekan.

“Target kami ada delapan kali sosialisasi masalah TI, hingga berakhir Juni,” ucapnya menegaskan.

“sosialisasi TI ini bisa memberi pemahaman dan menyadarkan kepada masyarakat terutama generasi muda agar “melek” (memahami) teknologi dan informasi,” kata Ketua Forum Karang Taruna Bojonegoro Donny Bayu Setiawan, menambahkan.

Ia menjelaskan anggota karang taruna sudah waktunya mengubah pola pikir yang dulunya hanya mengurusi olahraga dan kegiatan agustusan menjadi lebih berdaya guna untuk kepentingan lebih besar dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Ia menambahkan Bojonegoro memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) pada 2020 akan memiliki warga usia produksi sekitar 70 persen dari seluruh jumlah warga.

“Ini sebuah potensi yg luar biasa, sekaligus mengkhawatirkan bila kita mengabaikan,” jelas dia.

Sesuai data menyebutkan relawan TIK berdiri sejak 2013 memiliki 30 pengurus dengan jumlah 300 anggota. (*/mcb)

Leave a Comment