Share

Kominfo Bojonegoro Imbau Warga Daftarkan SIM Seluler

Bojonegoro, 1/11 (Media Center) – Beredarnya kabar tak benar (hoax) soal registrasi SIM seluler di masyarakat membuat banyak pengguna ragu untuk melakukan registrasi ulang SIM seluler. Hal ini terlihat pada unggahan serta komentar grup facebook yang beranggotakan warga Bojonegoro dan sekitarnya.

Mananggapi hal ini, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro, melalui Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Djoko Suharmanto mengimbau agar warga tak termakan informasi yang tidak benar atau hoax.

“Imbauan pemerintah untuk registrasi ulang ini buka hoax. Yang hoax adalah registrasi yang menyertakan nama ibu kandung,” jelas Djoko.

Djoko juga meminta agar warga tak langsung menelan mentah-mentah atau hanya melihat judul berita di televisi maupun media massa lain. Ia menjelaskan, bahwa berita tersebut membantah kabar hoax yang beredar.

“Berita tersebut membantah kabar hoax yang beredar. Artinya, ada berita yang benar namun dipelintir dan disebarkan dengan informasi yang tidak benar,” lanjut dia.

Untuk itu, Djoko berharap agar warga melakukan registrasi ulang SIM seluler dan tak memedulikan isu tak benar yang tengah beredar. Hal ini mengingat semakin padatnya traffict provider seluler dan batas registrasi ulang sampai 28 Februari 2018 mendatang.

“Ikuti perintah masing-masing provider, nanti akan dapat notifikasi atau sms balasan,” imbuhnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan jaminan keamanan data yang diberikan pelanggan jasa telekomunikasi prabayar saat melakukan pendaftaran ulang.

“Mengenai keamanannya Pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah tentang Perlindungan Data Pribadi pada bulan Desember 2016. Ini dipastikan semua data akan aman,” tandasnya dalam wawancara dengan pekerja media usai Orasi Ilmiah dalam Dies Natalis ke-31 Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017).

Sementara itu, Menteri Kominfo mengingatkan arti penting registrasi ulang bagi pelanggan jasa telekomunikasi prabayar. “Saat ini, kita mewajibkan seluruh pelanggan prabayar untuk melakukan registrasi ulang. Mungkin sebelumnya pernah meregistrasi tetapi caranya tidak benar. Pelanggan yang baru sebelum mengaktifkan, harus registrasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Rudiantara menjelaskan proses pendaftaran berlangsung mudah. “Registrasinya mudah, hanya dua menit yang dikirimkan untuk otorisasi, yaitu Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK). Proses tidak lebih dari satu menit, akan tetapi nyamannya untuk selama kita menjadi pelanggan seluler demikian pun untuk nomor lama,” imbaunya.(*mcb)

sumber: https://kominfo.go.id/content/detail/11240/menkominfo-tegaskan-jaminan-keamanan-data-daftar-ulang-prabayar/0/berita_satker

Leave a Comment