Share

Kominfo Bojonegoro Sosialisasikan Aturan Penyiaran

Selain masalah perijinan, temuan di wilayah tersebut adalah menggunakan radio sebagai tempat karaoke. Pemdes Sumberagung dan pihak Kecamatan mengaku senang atas kegiatan pembinaan tersebut

Bojonegoro (Media Center) – Masih adanya laporan mengenai gangguan sinyal, terutama televisi, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa Timur tak tinggal diam.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkab Bojonegoro melakukan pembinaan di wilayah yang dilaporkan mendapat gangguan sinyal akibat penggunaan frekuensi tanpa ijin. Salah satunya di Desa Sumberagung, Kecamatan Kepohbaru.

Pembinaan juga dilakukan dengan menggandeng radio-radio swasta yang sebelumnya aktif dalam Forum Radio Bojonegoro. “Ini agar ditemukan jalan keluar atas permasalahan radio tak berijin,” jelas Kepala Bidang Jaringan Komunikasi (Jarkom) Kominfo, Joko Suhermanto (11/5/2014).

Dalam kesempatan itu, praktisi radio SBI FM yang telah berijin, menjelaskan mekanisme dan manfaat pentingnya perijinan. “Agar terhindar dari sanksi pidana, memang sebaiknya mengurus perijinannya,” kata Iwan, perwakilan dari Radio SBI FM.

Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Desa dan Camat setempat tersebut, juga dihadiri oleh perwakilan dari radio-radio yang disinyalir belum mengurus perijinannya. “Rata-rata belum mengurus ijin, karena mereka mengaku tak sanggup membayar biaya yang mahal,” kata Joko.

Selain masalah perijinan, temuan di wilayah tersebut adalah menggunakan radio sebagai tempat karaoke. Pemdes Sumberagung dan pihak Kecamatan mengaku senang atas kegiatan pembinaan tersebut, mereka berkomitmen akan membina dan mengarahkan kreativitas warganya dengan menerapkan peraturan yang ada. (*/ayumcb)

Leave a Comment