Share

Komitmen JOB PPEJ Untuk Cerdaskan Pelajar di Bidang Pengeboran Migas

Bojonegoro, 28/11 (Media Center) – Operator minyak dan gas bumi (Migas) Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) komitmen terhadap dunia pendidikan. Salah satunya dengan memberikan kelas umum produksi migas kepada para siswa.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK N) 5 Bojonegoro, Suyono mengatakan, pihaknya menyambut baik dengan adanya kegiatan kelas umum yang dilakukan operator migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban.

“Artinya, mereka (Perusahaan Migas Blok Sukowati) merasa ikut bertanggung jawab terhadap pendidikan di Bojonegoro,” ujarnya, Senin (27/11/2017).

Selain memberikan pengetahuan tentang teori pengeboran pihak JOB PPEJ juga memberi miniatur alat produksi. Seperti yang dilakukan hari ini, perusahaan migas tersebut memberi miniatur rig, kepala bor dan kepala sumur migas.

“Selama ini memang jurusan di bidang pemboran migas masih kesulitan dalam hal praktek,” jelasnya.

Kelas umum migas yang dilakukan perusahaan JOB PPEJ ini sudah berjalan selama tiga kali pertemuan. Kelas umum ini dilakukan pegawai JOB PPEJ saat tidak sedang bertugas. Dalam waktu kosong itu digunakan untuk mengajar siswa.

“Kegiatan mengajar ini akan terus berlanjut sampai akhir kontrak habis. Ini sebagai bukti tanggung jawab sosial terhadap sosial,” terangnya.

Di SMK Negeri 5 ini memiliki tiga jurusan, Teknik Pemboran Minyak Dan Gas Bumi, Teknik Energi Terbarukan, dan Teknik Pengolahan Hasil Pertanian. Di sekolah perminyakan itu baru memiliki enam kelas dengan jumlah siswa sebanyak kurang lebih 180 siswa.

Acting Field Manager JOB PPEJ, Fauzi Mayanullah mengatakan, pihak operator memang memiliki komitmen untuk mencerdaskan anak bangsa. Ia berharap, kegiatan belajar mengajar ini tidak hanya selesai setelah serah terima bantuan miniatur prosuksi migas.

“Program ini akan terus berlanjut untuk pengembangan pengetahuan dalam dunia migas. Tujuan berbagi ilmu dan pengetahuan tentang migas,” jelasnya.

Kasi Pendidikan, Dinas Pendidikan Cabang Wilayah Bojonegoro, Kusnadi mengatakan, dunia pertambangan saat ini mulai banyak diminati oleh masyarakat. Di SMK Negeri 5 pada PPDB tahun ini sudah banyak menolak calo siswa karena kuota sudah penuh.

“SMK Negeri 5 ini nanti akan dijadikan sebagai sekolah unggulan dijurusan teknik pemboran di Jawa Timur,” terangnya.(*mcb)

Leave a Comment