Share

Komnas HAM Apresiasi Pencanangan Bojonegoro Ramah HAM

Bojonegoro, 23/6 (Media Center) – Komnas HAM mengapreasi pencanangan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sebagai daerah yang ramah HAM karena merupakan cita-cita yang mulia sehingga harus selalu dijaga dan dikontrol.

“Tekad pemerintah kabupaten (pemkab) yang mencanangkan daerahnya sebagai daerah ramah HAM merupakan cita-cita yang mulia,” kata Ketua Komnas HAM Imdaddun Rahmat dalam dialog publik di Universitas Bojonegoro (Unigoro), Rabu (22/6).

Ia memberikan gambaran parameter daerah ramah HAM, salah satunya bahwa di daerah setempat harus tidak ada anak yang kekurangan gizi.

“Kalau di suatu daerah masih ada anak yang kekurangan gizi berarti daerah setempat belum ramah HAM,” jelas dia dalam dialog publik dengan tema kerawanan sosial kaitannya dengan HAM dan koorporasi di kota migas.

Ia juga memuji langkah pemkab yang mengawali potensi migas di daerahnya bukan sebagai berkah, tapi sebagai sebuah “kutukan”.

Dalam hal itu, lanjut dia, pemkab berusaha menjadikan daerahnya dari “kutukan” menjadi berkah, selain juga dari “fitnah” menjadi rahmah.

Ia menambahkan pengaduan yang masuk ke Komnas HAM selama ini tertinggi permasalahan pelanggaran HAM yang terjadi terkait dengan kepolisian dan koorporasi.

Menurut dia, kalau di suatu daerah berdiri sebuah perusahaan besar maka akan muncul potensi pelanggaran HAM. Konsep yang harus dilakukan dalam pembangunan yaitu pembangunan harus tetap berjalan dengan berbasis HAM.

“Pembangunan harus jalan tanpa harus menggusur, tanpa kekerasan dalam mengambil hak orang lain,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Bojonegoro Suyoto menjelaskan kalau harga minyak dunia membaik maka perolehan dana migas yang akan dijadikan dana abadi bisa mencapai Rp20 triliun.

“Kalau bisa diambil Rp1,2 triliun (bunganya) per tahun saja bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan memberikan beas siswa kepada para siswa berprestasi,” tuturnya.

Dalam acara dialog publik itu, dihadiri jajaran Unigoro, mulai dosen, mahasiswa juga undangan lainnya termasuk Ketua Yayasan Suyitno Arief Januarso. (*)

Leave a Comment