Share

Konfigurasi Tari Jepang-Bojonegoro 10 Menit

Bojonegoro (Media Center) – Konfigurasi tari Yosakoi dan tiga tari khas Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang akan ditampilkan dengan melibatkan 175 penari untuk menyambut pengunjung Festival Bengawan di Bendung Gerak, durasinya selama 10 menit.

Pelatih tari Yosakoi asal SMPN 2 Bojonegoro Sudarko, di Bojonegoro, Jumat (18/9), mengatakan durasi tari Yosakoi sendiri selama empat menit. Tapi, karena harus digabung dalam konfigurasi dengan tari Kayangan Api, tari Andong Sari dan tari Samin, panjang tari-tarian menyambut pengunjung pembukaan Festival Bengawan, menjadi 10 menit.

“Kami sudah berlatih konfigurasi tari Yosakoi, dengan tari Kayangan Api, Andong Sari dan Samin, dua kali,” jelas dia, ketika ditemui kanalbojonegoro, sedang mengelar latihan konfigurasi tari asal Jepang dan khas Bojonegoro itu.

Seorang panitia Festival Bengawan di Bojonegoro Ramon Pareno, menjelaskan tari Yosakoi asal Jepang ditambah tari Kayangan Api, Andong Sari dan Samin, akan menjadi tarian-tarian menyambut pengunjung di dalam acara pembukaan Festival Bengawan, 20 Oktober.

“Tari-tarian konfigurasi tersebut, mengambarkan kisah kedatangan tentara Jepang ke Bojonegoro, yang akhirnya berhasil ditaklukkan dengan kearifan budaya lokal,” ucapnya.

“Yang jelas persiapan kami sudah matang dalam menggelar berbagai kegiatan Festival Bengawan tahun ini,” kata Ketua Kelompok Kerja Festival Bengawan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Wahyu Subakdiono, menegaskan.

Menurut dia, masyarakat berbagai lapisan masyarakat menyambut antusias berbagai kegiatan Festival Bengawan. Mulai festival belimbing, perahu hias, festival lampion apung “damar kurung”, lomba renang menyeberang Bengawan Solo, menangkap bebek, dan festival layang-layang.

“Jumlah pendaftar di berbagai kegiatan cukup banyak,” tandasnya. (sa/mcb)

Leave a Comment