Share

Kopri Bojonegoro Minta Peran P3A Dimaksimalkan

Bojonegoro, 25/11 (Media Center) – Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri) Bojonegoro, menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa beberapa tuntutan terkait kekerasan pada anak dan perempuan di Bojonegoro.

Koordinator Lapangan Kopri, Eva Arnas, mengatakan, tahun 2016 ini, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan.

Dari data Pusat Pelayanan Perempuan dan Anak (P3A)
menyebutkan, 2014 jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 47 kasus, kemudian meningkat pada tahun 2015 sebanyak 53 kasus, dan meningkat lagi menjadi 54 kasus hingga Oktober 2016.

“Kami minta peran P3A di Bojonegoro difungsikan,”lanjutnya.

Selain itu, pihaknya meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat segera membentuk peda perlindungan perempuan dan anak.

Selain itu mereka mendesak segera realisasikan Kebijakan Umum Platform Penggunaan Anggaran Sementara (KUPPAS) pro gender untuk kesejahteraan perempuan dan anak, libatkan beberapa elemen masyarakat untuk menekan angka kekerasan, dan Optimalkan fungsi dan peran P3A untuk mendampingi korban kekerasan.

Sementara itu, Sekretaris I P3A Bojonegoro, Sri Maduratnani, mengatakan, sejak tahun 2005 hingga sekarang ini, jumlah kekerasan perempuan dan anak yang ditangani P3A Bojonegoro sebanyak 730 kasus.

Untuk menangani kasus ini, lanjut Sri, P3A Bojonegoro melakukan pendampingan dan bantuan hukum kepada korban kekerasan. Selain itu juga turun ke sekolah-sekolah.

“Karena para pelajar ini bisa jadi pelaku dan juga korban,” tegasnya.

Menurut dia, perempuan sekarang lebih berani melaporkan kasus kekerasan karena sudah ada P3A.(dwi/mcb)

Leave a Comment