Share

KPA Bojonegoro Konsen Tangani HIV/AIDS

Bojonegoro, 4/10 (Media Center) – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, sejak lima tahun terakhir kasus HIV AIDS di Bojonegoro mengalami peningkatan. Penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia ini rata-rata berusia antara 40-44 tahun yang kebanyakan berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT).

Beberapa penderita sebagian kecil meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang sistem kekebalan tubuh itu.

Dari data yang didapat menyebutkan, rahun 2012, kasus baru penderita HIV/Aids sebanyak 85 kasus, dengan penderita yang meninggal dunia 17 orang dan masih hidup 68 orang.

Jumlah tersebut meningkat di tahun 2013. Pada tahun 2013 jumlah penderita kasus HIV/Aids sebanyak 126 kasus baru, dengan jumlah korban meninggal dunia 31 orang dan masih hidup 95 orang.

Pada tahun 2014, ada 132 kasus dengan penderita yang meninggal dunia sebanyak 37 dan masih hidup ada 95 orang.

Pada tahun 2015 peningkatan jumlah kasus HIV/Aids mengalami peningkatan pesat. Dari sebelumnya 132 kasus menjadi 186 kasus, dengan jumlah penderita meninggal dunia 25 orang dan masih hidup 161 orang.

Dan pada tahun 2016 hingga bulan Juni, ada 113 kasus dengan jumlah penderita meninggal dunia sebanyak 16 kasus dan 97 masih hidup.

Kepala Sekretariat KPA Bojonegoro, Jhony Nur Harianto, mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan beberapa penanganan terhadap penderita.

“Salah satunya, pelatihan VCT bagi analisis untuk menunjang diagnosis HIV/Aids, pelatihan modin/ Kaur Kesra dalam hal perawatan jenazah penderita HIV/Aids,” jelasnya, Selasa (4/10).

Beberapa upaya untuk mencegah semakin banyaknya penyakit yang bisa menular akibat salah satunya melalui hubungan seksual itu dengan melakukan pendampingan dan konseling terhadap penderita HIV/Aids di rumah dan rumah sakit.

“Upaya pencegahan, terus kita lakukan,” pungkasnya.

Dari berbagai kasus HIV/Aids tersebut, penularannya terbanyak karena faktor heteroseksual sebanyak 102 kasus, lainnya karena tidak diketahui 7 kasus dan perinatal 4 kasus.(dwi/mcb)

Leave a Comment