Share

KPH Bojonegoro Kembali Gelar “Rimbawan Menyapa Siswa”

Bojonegoro, 16/2 (Media Center) – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro, Jawa Timur, kembali menggelar “Rimbawan Menyapa Siswa” dengan mengundang para siswa SLTP dari sejumlah lembaga pendidikan di daerah setempat, pada 19 Februari

“Kegiatan “Rimbawan Menyapa Siswa” ini untuk ketiga kalinya,” kata Manajer Bisnis KPH Bojonegoro Ahmad Yani, Jumat (16/2).

Sebelum itu, kegiatan serupa digelar dengan mengundang siswa SLTA yang diisi dengan dialog interaktif terkait kelestarian hutan juga hiburan.

Dalam kegiatan ketiga ini, kata dia, didukung Tim Kreatif Pokja Adiwiyata SLTP dari 17 lembaga pendidikan SLTP, yang diketuai SMPN 1.

Dalam kegiatan “Rimbawan Menyapa Siswa” dengan tema “Edu-Tainment Seminar “Cinta Hutan Cara keren Jadi Remaja”
akan diisi dialog interaktif dengan nara sumber Administratur KPH Bojonegoro Daniel Budi Cahyono terkait kelestarian hutan.

“Dialog interaktif akan dilakukan bersama para siswa SLTP dari 17 lembaga pendidikan. Ada 350 siswa dari 17 lembaga SLTP yang masuk sekolah adiwiyata akan hadir termasuk puluhan gurunya,” kata dia menegaskan.

Selain itu kegiatan juga akan diisi dengan hiburan Alaska Band dengan didukung tujuh “Duta Hutan Lestari” yaitu Agna Apsadifia Solechah , Tikha Marantia, Lintang, Riska, Lia, Dimas dan Hasni.

“Tujuh “Duta Hutan Lestari” merupakan pemenang “Sylva Swara “Youth Singing Contest” yang digelar beberapa waktu lalu,” ucap Ahmad Yani.

Ia menambahkan undangan para siswa yang hadir dalam kegiatan itu akan memperoleh bibit pohon nangka yang bisa ditanam di halaman atau pekarangan rumahnya masing-masing.

“Kalau memang siswa tidak memiliki tanah sendiri bisa diberikan kepada temannya atau tetangganya yang bersedia menanam bibit nangka yang dibagikan secara gratis,” ucapnya menambahkan.

Administratur KPH Bojonegoro Daniel Budi Cahyono, menjelaskan program “Rimbawan Menyapa Siswa” sejalan dengan program Pokja Adiwiyata yaitu para siswa harus ikut menjaga kelestarian hutan.

Dengan demikian, kata dia, kegiatan yang akan dilakukan bersifat pendidikan dengan dialog interaktif terkait kelestarian hutan.

“Kegiatan ini sebagai upaya mendorong langkah kongkrit menumbuhkan rasa cinta alam di kalangan generasi muda,” ucapnya menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment