Share

KPI dan KOPRI Tuntut Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Bojonegoro, 22/12 (Media Center) – Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa sebagai wujud kepedulian terhadap perempuan dan anak di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Kamis (22/12).

Ketua KPI Bojonegoro, Nafidatul Hima, mengatakan, bertepatan pada hari ibu sekarang ini, KPI dan KOPRI berharap agar rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual (RUU PKS) segera disahkan.

Hal ini menyusul tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang menggerus makna seorang ibu. Di Bojonegoro sendiri, angka kekerasan perempuan dan anak tergolong tinggi bahkan muncul merata di seluruh wilayah.

“Banyak contoh kasus, ada kakek yang mencabuli cucu, ayah tiri menyetubuhi anak tirinya, ayah kandung memperkosa anak kandungnya, saudara sepupu menyetubuhi dan membunuh sepupunya yang berusia 9 tahun,” lanjutnya.

Pihaknya berharap, DPRD Bojonegoro mendukung pengesahan RUU PKS ini yang mana telah dicanangkan dari tahun ke tahun namun belum terealisasikan sampai saat ini dan masih sebatas wacana.

“Padahal diharapkan, dengan RUU PKS tersebut, para perempuan dan anak terlindungi bukan hanya di Bojonegoro namun juga didaerah lain,” tegasnya.

Selain menuntut pengesahan RUU PKS ini, KPI dan KOPRi juga menuntut tindak tegas dan hukuman berat bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak. Segera realisasikan Perda perlindungan perlindungan perempuan dan anak di Bojonegoro.

“Mewujudkan anggaran APBD di Bojonegoro yang ramah perempuan dan anak serta pemerintah harus melibatkan elemen masyarakat untuk menangani kasus kekerasan,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment