Share

Kracakan, Air Terjun Mini di Bengawan Solo

Bojonegoro (Media Center) – Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sangat erat dengan kehidupan warga. Mulai dari penyuplai air untuk pertanian, transportasi hingga wisata. Saat musim kemarau, tak hanya pemandangan dasar sungai Bengawan Solo serta aktifitas warga, air terjun kecil di Desa Payaman, Kecamatan padangan juga menjadi sasaran warga Bojonegoro untuk berwisata sekedar melepas penat.

Lokasi yang dikenal warga dengan sebutan wisata Kracakan saat ini tengah diminati oleh wisatawan lokal, terutama para remaja. Pemandangan unik air terjun kecil yang tersebar di beberapa titik di badan sungai terpanjang di Pulau jawa ini terbentuk karena perpedaan tinggi dasar sungai. Debit air yang minim saat kemarau membuat aliran air tampak seperti air terjun setinggi 1 hingga 2 meter. Selain itu, aktifitas warga yang mencari ikan turut menyedot perhatian pengunjung.

“Pemandangannya unik, aliran Bengawan Solo membentuk air terjun kecil. Selain itu, banyak warga menangkap ikan yang menarik untuk difoto,” ujar Jaya, salah satu pengunjung yang juga hobi fotografi.

Air terjun Bengawan Solo di Kracakan ini memang hanya bisa dinikmati saat kemarau. Karena saat musim hujan tiba, debit sungai Bengawan Solo meningkat pesat sehingga air terjun tak nampak lantaran tertutup debit air.

Wisata musiman ini tentu saja memberi dampak positif bagi warga sekitar. Selain leluasa menjaring dan memancing ikan saat kemarau, banyaknya pengunjung bisa memberi pemasukan bagi penjaga parkir maupun pemilik warung kopi yang ada di lokasi ini.

“Kalau bengawannya peres ya sepi pengunjung,” ujar Edi, salah satu penjaga parkir.(mcb)

Leave a Comment