Share

KRD Bojonegoro-Sidoarjo Bebas Pedagang Penyusup

Bojonegoro, 30/7 (Media Center) – Petugas Polsuska PT KAI di Kereta rel diesel (KRD) Bojonegoro-Sidoarjo, Jawa Timur, menyatakan pedagang asongan yang bisa menyusul berjualan di atas gerbong tidak pernah ditemui

“Saya bertugas di KRD sejak setahun terakhir. Selama saya bertugas belum pernah menangkap pedagang penyusup,” kata Polsuska Paidi kepada kanalbojonegoro yang naik KRD dari Stasiun KA Bojonegoro ke Surabaya, Sabtu (30/7).

Hal senada disampaikan seorang warga Desa Ngeneng, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro Dyah Ayu Safitri yang mengaku dalam setahun tidak pernah menemui ada pedagang di atas KRD.

“Tapi sebelum itu saya sering menjumpai ada pedagang asongan di KRD, misalnya berjualan kacang atau lainnya,” jelas dia.

Pedagang asongan itu, katanya, membeli karcis secara normal dan selama berjualan berusaha menghindari petugas.

“Ada petugas KRD yang berjualan minuman dan makanan tapi harganya dua kali lipat dibandingkan harga normal,” tuturnya.

Seorang penumpang lainnya asal Desa Ledokkulon, Kecamatan Kota, Bojonegoro Vita mengaku lebih nyaman dan murah naik KRD dibandingkan naik bus.

Harga karcis KRD dari Stasiun Bojonegoro sampai Stasiun Waru, Sidoarjo hanya Rp12.000. Harga itu jauh lebih murah dibandingkan harga karic naik bus yang bisa mencapai Rp25.000 per penumpang.

“Belum lagi macet kalau naik bus” ujarnya.

Dari Stasiun Bojonegoro KRD berangkat pukul 13.35 WIB sampai Stasiun Gubeng Surabaya pukul 16.03 WIB.

“KRD dari Sidoarjo berangkat sekitar pukul 10.00 WIB sampai Bojonegoro siang hari,” jelas dia. (*/mcb)

Leave a Comment