Share

Kualitas Jajanan Sekolah Masuk Pengelolaan Adiwiyata

Bojonegoro (Media Center) – Pemahaman tentang adiwiyata sebenarnya tak sekedar masalah tentang penataan lingkungan namun lebih kompleks dari itu salah satunya adalah masalah kesehatan, kebersihan lingkungan. Hal inilah yang disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono saat membuka Pembinaan Adiwiyata 2015 yang digelar oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Senin (21/12).

“Namun juga adalah kebersihan dan keamanan makanan dan jajanan yang banyak tersedia disekolah. Jajanan baik makanan dan minuman ini harus juga diperhatikan karena ini adalah masuk dalam bagian pengelolaan lingkungan sekolah,” imbuh Wabup.

Wabup menegaskan bahwa dalam pengelolaan adiwiyata ini tak sebatas menata lingkungan, namun didalamnya mencakup beberapa hal mulai dari kebersihan dan keamanan. Keamanan dalam hal ini adalah makanan dan jajanan yang banyak beredar di lingkungan sekolah. Harusnya dikaji tentang jajanan yang beredar dilingkungan sekolah apakah layak untuk dikonsumsi mulai dari bahan makanan apakah bersih, aman dan tidak mengandung zat kimia yang berbahaya.

Sementara itu, kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Elza Deba Agustina, dalam laporannya menyampaikan bahwa sekolah Adiwiyata di Kabupaten Bojonegoro ditahun 2015 ini ada sejumlah 20 lembaga dengan rincian 15 lembaga sekolah adiwiyata tingkat kabupaten, 3 lembaga Adiwiyata di tingkat propinsi dan 2 sekolah berhasil meraih predikat sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional.

“Dua sekolah yang menyandang Adiwiyata tingkat Nasional adalah SMA Sumberejo dan SMKN4 Bojonegoro,” ujarnya.

Dalam agenda Pembinaan Adiwiyata kali ini diikuti oleh kurang lebih 200 lembaga sekolah, mulai jenjang SMP dan SMA baik yang berada dinaungan dinas pendidikan maupun Kementerian Agama. Selain itu adiwiyata ini juga digalakkan di 10 pondok pesantren di Kabupaten Bojonegoro.(mcb)

Leave a Comment