Share

Kunjungi Bojonegoro, Pemkot Banjarmasin Pelajari Pengelolaan Aduan

Bojonegoro, 20/1 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sejak dua bulan terakhir banyak dikunjungi oleh pemkab/pemkot lain dari berbagai provinsi di Indonesia. Salah satunya adalah pemkot Banjarmasin yang melakukan studi banding pada Kamis (19/1) kemarin.

Kunjungan yang dilakukan Pemkot Banjarmasin memiliki sasaran untuk mempelajari cara pengelolaan pengaduan masyarakat pada Dinas Komunikasi dan Informatikka Bojonegoro.

“Bojonegoro memang unggul sekali, sudah sangat berani terbuka,” ujar Husni Thamrin selaku pimpinan rombongan Pemkot Banjarmasin saat diskusi bersama kepala Dinas Kominfo Bojonegoro Kusnandaka Tjatur yang di dampingi Tim teknis pengelola aduan.

Lebih lanjut, Kusnandaka menjelaskan tentang sejarah awal bagaimana mengelola pengaduan masyarakat di Bojonegoro. Sistem yang yang awalnya hanya kepada Bupati saja, individual, ego kemudian dikelola menjadi institusional sampai bagaimana pengaduan/aspirasi masyarakat menjadi budaya bagi perencanaan maupun pengawasan pembangunan.

“Kita harap pengaduan masyarakat ini ke depan tidak lagi sekedar pengaduan. Namun, berubah menjadi aspirasi,” ujar pria yang akrab disapa Pak Kus ini.

Menurut Kusnandaka, keterbukaan pemerintah merupakan solusi mengatasi persoalan-persoalan penyelenggaraan pembangunan. dalam hal ini mutlak peran masyarkat sangat diperlukan bagi Pemkab baik untuk perencanaan, penganggaran maupun pengawasan pembangunan.

“Agar pembangunan tepat sasaran dan berbasis problem masyarakat,” tandasnya.

Kabupaten Bojonegoro diketahui menjadi salah satu sasaran daerah yang menjadi pilot project penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka (Open Goverment Partnership/OGP) tingkat Internasional. Menjadi perwakilan dari Indonesia, Bojonegoro disejajarkan dengan Paris dan Seoul di segi keterbukaan informasi dan pemerintahan.(jk/mcb)

Leave a Comment