Share

Kurang Layak, MPU Pengganti Tak Dapat Ijin Operasi

Dinas Perhubungn (Dishub) Bojonegoro melakukan pengecekan kelayakan mobil penumpang umum (MPU) yang akan beroperasi dengan trayek Bojonegoro – Surabaya, Senin (4/3/2014). Uji kelayakan ini sebagai salah satu prosedur untuk mengeluarkan surat ijin operasional sebagai MPU pengganti karena awak bus trayek Surabaya – Bojonegoro melakukan aksi mogok.

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Perhubungn (Dishub) Bojonegoro melakukan pengecekan kelayakan mobil penumpang umum (MPU) yang akan beroperasi dengan trayek Bojonegoro – Surabaya, Senin (4/3/2014). Uji kelayakan ini sebagai salah satu prosedur untuk mengeluarkan surat ijin operasional sebagai MPU pengganti karena awak bus trayek Surabaya – Bojonegoro melakukan aksi mogok.

Untuk menampung penumpang yang menuju Surabaya dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro, puluhan MPU mengajukan ijin operasi sebagai MPU pengganti. Namun ada beberapa kendaraan yang dinilai kurang layak yang tidak mendapatkan ijin operasional.

“Ada yang kurang layak, jadi tidak kita beri ijin,” ungkap Sentot Sugeng, Kepala UPT Terminal Rajekwesi Bojonegoro saat melakukan pengecekan.

Pengecekan ini meliputi kondisi fisik MPU seperti kelengkapan surat, plat kendaraan umum, lampu sein, kipas kaca dan lainnya. “Kendaraan yang beroperasi ini harus layak karena melakukan perjalanan jarak jauh,” lanjutnya.

Seperti diketahui, awak bus trayek Bojonegoro – Surabaya kembali melakukan aksi mogok dan berangkat ke Dinas Perhubungan Propinsi. Setidaknya ada sekitar 90 hingga 95 bus Surabaya – Bojonegoro yang beroperasi di Terminal Rajekwesi. “Untuk penggantinya kita sudah keluarkan ijin sekitar 20 hingga 30 MPU yang biasanya beroperasi Bojonegoro – Babat,” tutupnya. (lyamcb)

Leave a Comment