Share

Kusnan, Dari Angon Hingga ‘KPK’

Keberhasilan Kusnan dalam beternak sapi maupun kambing ini patut dicontoh oleh masyarakat lainnya agar Bojonegoro menjadi lumbung ternak untuk mencukupi kebutuhan daging nasional.

Bojonegoro (Media Center) – Adalah Kusnan, peternak sapi asal Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro Jawa Timur, namanya cukup kondang di Bojonegoro dan Jawa Timur. Lantaran ketekunan dan kegigihannya dalam menekuni profesinya sebagai peternak sapi.

Di Bojonegoro, Kusnan dikenal sebagai sosok yang apa adanya dan bersahaja, ini berkat kerajinan Kusnan menghadiri dan menyuarakan aspirasi rakyat melalui DIalog Publik yang rutin digelar setiap hari Jumat di Pendopo Malowopati Bojonegoro.

Kusnan, dikenal sebagai news maker dialog Jumat, suaranya yang lantang dalam menyampaikan kebenaran membuat Kang Yoto (Drs H Suyoto MSi, Bupati Bojonegoro) selalu kangen jika tidak mendengar suara Kusnan. “Hampir setiap Jumat Kusnan pasti memarahi saya,” ujar Kang Yoto.

Namun, dibalik itu semua ternyata Kusnan adalah salah satu ‘tokoh sentral’ dalam turut membantu perkembangan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro, khususnya sektor peternakan. Hampir tiap tahun sapi Kusnan selalu menjadi juara dalam lomba kontes ternak di Bojonegoro dan Jawa Timur.

Dari situlah kemudian Kusnan dikenal sebagai peternak sapi yang berhasil, ternyata menjadi orang sukses seperti Kusnan, tidaklah mudah. Semangat untuk maju dan tekun menjadi kunci utama keberhasilan Kusnan beternak sapi dan kambing.

Diceritakan, dulu Kusnan hanya merawat 3 ekor sapi milik orang lain dan 4 ekor kambing yang juga milik orang lain. Hal itu ditekuninya selama lebih dari 15 tahun, setelah 15 tahun bergelut dengan ternak milik orang lain, Kusnan akhirnya bisa memiliki satu ekor sapi yang ia dapat dari upah dan bagi hasil sapi yang diternakannya.

Sapi tersebut ia gemukkan dan berhasil memenangkan kontes lomba sapi unggulan yang diadakan Dinas Peternakan Bojonegoro. Sejak itulah ia semakin rajin dan bisa membentuk kelompok tani “Suka Mandiri” yang bergerak di bidang peternakan.

“Kelompok Suka Mandiri ini dulunya ada 20 anggota, dengan pembagian hasil anak pertama dari sapi menjadi hak pengelola kemudian anak kedua dan seterusnya adalah milik kelompok,” kata Kusnan. Kelompok ternak yang ia kelola pun semakin berkembang pesat, bahkan sejak tahun 2009 banyak pejabat baik dari luar kota maupun dalam kota menjadi langganan sapinya untuk kurban, termasuk Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Gus Ipul.

Karena keberhasilannya tersebut, pada tahun 2011 Suka Mandiri mendapatkan dana hibah dari Provinsi sebesar Rp240 juta  untuk mengembangkan peternakan. “Dari Rp240 juta itu kami belikan 28 ekor sapi, 20 betina dan 8 jantan. Alhamdulillah saat ini sudah menjadi lebih dari 60 sapi,” ujar bapak dua anak ini.

Kusnan menjelaskan, setiap 3 bulan sekali dia memperoleh keuntungan tidak kurang dari Rp2-15 juta perekornya, bahkan jika hari raya kurban tiba keuntungannya menjadi berlipat karena permintaan sapi juga meningkat.

Banyak pedagang yang datang silih berganti untuk berebut membeli sapinya. Bahkan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo pun juga membeli sapi milik Kusnan untuk kurban. “Waktu itu dibeli seharga Rp. 70 juta,” ujar pria berusia 54 tahun ini.

Keberhasilan Kusnan dalam beternak sapi maupun kambing ini patut dicontoh oleh masyarakat lainnya agar Bojonegoro menjadi lumbung ternak untuk mencukupi kebutuhan daging nasional.

Dihadapan Wapres Dinobatkan Sebagai ‘Anggota KPK’
Dalam dialog publik, Jumat siang (25/04/2013), Wapres Budiono, selain memberikan penghargaan kepada Kang Yoto juga menjelaskan masalah kelangkaan pupuk bersubsidi yang selama ini dikeluhkan petani.

Hal tersebut disampaikan khusus menjawab pertanyaan Kusnan, dalam kesempatan itu hanya Kusnanlah yang memperoleh kesempatan istimewa untuk mengajukan pertanyaan kepada Wakil Presiden RI Budiono.

Tak hanya Boediono yang menjawab pertayaan Kusnan, Bupati Suyoto, juga menjawab dengan menyampaikan skenario Pemkab Bojonegoro. “Kelompok tani yang membuat perencanaan berapa kebutuhan pupuk yang dibutuhkan petani, sekaligus melakukan pengawasan,” kata Kang Yoto.

Kusnan, seolah puas mendengar jawaban dari Wapres dan Kang Yoto tentang apa yang dikeluhkannya. Termasuk mengenai kelangkaan pupuk bersubsidi. Bahkan tak henti-hentinya Kang Yoto menyampaikan sosok Kusnan, kepada Wapres.

Selain menjadi peternak sapi yang sukses, Kusnan juga dinobatkan sebagai ‘Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK)’ di wilayah Kecamatan Sukosewu. “Kusnan ini telah menjadi KPK di wilayah Kecamatan Sukosewu. Setiap ada penyelewengan Kusnan pasti melaporkannya lewat dialog publik ini,” seloroh Kang Yoto. (*/git/mcb)

Leave a Comment