Share

KYLC III, Pelajar Asal Kalitidu Dinas Jadi Bupati-Wabup Bojonegoro

Bojonegoro, 30/12 (Media Center) – Program Bupati Bojonegoro sehari bertajuk Kang Yoto Leadership Challenge (KYLC) kembali digelar, Jumat (30/12). Setelah sukses dengan wilayah tengah dan timur, pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali melanjutkan kegiatan tersebut untuk pelajar di wilayah Barat. Terpilih sebagai Bupati Bojonegoro sehari adalah Atfalin Zahro, siswi SMA Negeri Kalitidu dan Puji Rahayu, siswi Madrasah Aliyah (MA) Islahiyah Kalitidu sebagai Wakil Bupati Bojonegoro.

Dalam sehari ini, dua pelajar tersebut melaksanakan tugas dan menikmati fasilitas sebagai Bupati Bojonegoro. Mulai dari memimpin rapat evaluasi kinerja bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), menerima tamu, menandatangani surat-surat, inspeksi mendadak (sidak), hingga memimpin dialog publik di Pendapa Malwopati.

Kegiatan KYLC dimulai dengan penjemputan di sekolah Bupati-Wabup sehari yang terpilih. Di SMA Negeri 1 Kalitidu, rombongan penjemput dan pelepasan salah satu siswa terpilih ini diiringi dengan penampilan seni yang disajikan para pelajar.
Usai prosesi upacara pelepasan, Atfalin berpamitan dengan kepala sekolah dan para guru. Setelah itu pelajar kelas XI IPA asal Desa Sukorjo, Kecamatan Malo, itu berjalan keluar menuju mobil pelat merah yang menjadi kendaraan Dinas Bupati Suyoto bernomor polisi S 1 AB.
“Terima kasih atas dukungan teman-teman dan bapak ibu guru. Doakan saya bisa melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Atfalin Zahro.   
 
Kepala Sekolah, Hari Purbowitanto, mengaku bangga dengan terpilihnya salah satu siswanya sebagai Bupati Bojonegoro sehari. Menurut dia, hal ini akan memotivasi para pelajar SMAN 1 Kalitidu khususnya, dan pelajar tingkat SMA di wilayah barat Bojonegoro.
 
“Kami harapkan siswa yang terpilih dalam program ini dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Karena ini sebagai pembelajaran kepemimpinan, sekaligus pendidikan politik,” ujar Hari.
 
Kepala Bidang SMA/SMK/MA/ Dinas Pendidikan Bojonegoro, Pudji Widodo berharap agar program KYLC ini dapat teruskan. Karena program ini merupakan pendidikan demokrasi, sekaligus praktek dari pelajaran Pendidikan Kewarga Negaraan (PKN).
 
“Ini harus dilanjutkan. Karena generasi muda kita luar biasa. Walapaun hanya menjadi bupati sehari, pada saat mempin rapat evaluasi dengan SKPD maupun dialog publik, mereka sangat menguasi persoalan-persoalan yang ada dan mampu memberikan solusi,” pungkas Puji.(dwi/mcb)

Leave a Comment