Share

Pemkab Bojonegoro Lanjutkan Raperda Dana Abadi Migas

Bojonegoro, 17/12 (Media Center) – Kepala Bagian Pembangunan Kabupaten Bojonegoro, Nur Sujito, mengatakan, meski mendapat penolakan dari pihak lain, namun pemkab Bojonegoro optimis proses rancangan peraturan daerah (raperda) soal dana abadi migas terus berjalan.

“Latar belakang dibentuknya raperda dana abadi minyak dan gas bumi salah satunya merupakan warisan bagi generasi masa kini dan generasi masa mendatang,” ujarnya, Sabtu (17/12).

Selain itu, Dana abadi migas harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Prinsip pengelolaan dana abadi salah satunya adalah sistem tata kelola yang mampu menjaga unsur keabadian dari dana abadi.

“Dana abadi bersumber dari APBD yang diperoleh melalui DBH Migas, DBH PBB dari sektor pertambangan dan semua participating interest (PI) berapapun yang dihasilkan,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, semakin banyak yang mengkritik adanya dana abadi migas ini akan semakin baik karena dijadikan sebuah masukan atas kekurangan yang ada di dalam Raperda tersebut.

“Awalnya dana abadi kita tetapkan sebesar Rp30 triliun, tapi sekarang hanya Rp10 triliun saja,” pungkasnya.(dwi/mcb)

2 Comments on this Post

  1. keberadaan dana abadi sangat baik dan mulia untuk generasi mendatang sehingga dapat mengurangi beban apbd, semoga tidak dicampuri dgn kepentingan politik dan perlu komitmen semua pihak jgn sampai ganti pimpinan atau ganti DPRD lalu ditinjau kembali atau bahkan berhenti begitu juga dalam tataran pelaksana karena perda merupakan produk bersama sama dgn DPRD yang merupakan perwakilan partai politik dan eksekutif sebagai pelaksana. semoga sukses bojonegoro dan maju terus tambah sjahtera rakyat bojonegoro amin.

    Reply
  2. sebaiknya reperda dimaksud dapat dipublikasikan sehingga masyarakat dapat memberikan masukan baik secara lisan atau tuliasn.
    dimana saya dapat melihat dan membaca ranperdanya yg sudah disampaikan kepada dprd, makasih atas infonya.

    Reply

Leave a Comment