Share

Lelang Komoditi Diharapkan Menguntungkan Petani Bojonegoro

Bojonegoro, 26/4 (Media Center) – Pasar lelang komoditi agrobis pertanian dan makanan olahan yang dileselenggarakan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bojonegoro diharapkan selain untuk memutus rantai panjangannya distribusi juga diharapkan bisa menguntungkan para petani.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro Agus Hariyana mengatakan, untuk memutus rantai panjang distribusi itu, Disdag melakukan pengembangan pasar komoditi pertanian dan industri makanan olahan. Pengembangan pasar digelar dengan cara lelang. Dengan tujuan untuk menjual komoditas hasil pertanian.

Pada lelang komoditi beberapa hasil pertanian yang dilelang seperti, polowijo, padi, dan rempah-rempah serta aneka kekayaan alam berupa umbi-umbian yang sudah diolah menjadi camilan. “Lelang ini untuk memangkas rantai distribusi yang panjang, sehingga berdampak pada perbedaan harga pada petani,” ujar Agus, Selasa (24/4)

Menurut Agus, pasar lelang dilakukan untuk mempertemukan langsung antara petani dengan pembeli. Diharapkan, dengan sistem lelang ini petani bisa menikmati hasil panen dengan harga yang setara dengan kerja kerasnya.

Kegiatan lelang untuk menciptakan perdagangan yang lebih baik melalui mekanisme penataan harga, meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem perdagangan, dan menciptakan efisiensi dan efektifitas sistem perdagangan antara petani dengan pengepul dan buyer.

Komoditi hasil panen di Bojonegoro yang dilirik para pedagang besar antara lain beras kualitas standart, jagung, bawang merah, singkong, gaplek, kedelai, ketan hitam, kacang hijau, rempah seperti kunyit dan jahe, dan olahan camilan dari ubi dan pisang. Selain itu, produk peternakan seperti telur dan daging, sapi atau kambing hidup.

Perlu diinformasikan bahwa transaksi penjualan produk pertanian Bojonegoro dilelang pada tahun 2017 mencapai Rp 68 miliar. Transaksi tersebut berasal dari hasil penjualan beberapa komoditas seperti jahe gajah, jahe merah, kacang hijau, kedelai, jagung, gaplek, kacang tanah kulit dan beras. Diharapkan pada tahun ini transaksi akan meningkat lebih besar lagi.

Dilelang komoditi tersebut dihadiri oleh para produsen atau petani, penjual, pembeli dan juga dihadiri 60 peserta dari kabupaten Kabupaten Tuban, Lamongan, Gresik, Blora dan Kota Surabaya. Pada Maret 2018, Disdag telah mengikuti pasar lelang agribis di Puspa Agro Sidoarjo.

Di lelang Puspa Agro Sidoarjo peserta Bojonegoro membawa beras yang sudah dibungkus lima kilogram, serta produk-produk unggulan lokal lainya dengan transaksi penejualan produk-produk itu mencapai Rp 13 miliar. (MC Diskominfo Prov Jatim/mcb)

Leave a Comment