Share

Lezatnya Garang Asem “Ndas Rengkik” Mbak Yayuk

Bojonegoro (Media Center) – Mencari menu makanan berbagai ikan Bengawan Solo di daerah hilir Jawa Timur, tidaklah terlalu sulit. Termasuk di Bojonegoro, yang daerahnya dilalui sungai terpanjang di Jawa itu, ada sejumlah warung yang menyiapkan khusus masakan ikan Bengawan Solo.

Salah satunya warung makanan milik Yayuk (54), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, yang menyajikan masakan khusus ikan Bengawan Solo, yang salah satunya yaitu garang asem ndas rengkik (kepala ikan).

“Resep garang asem ndas rengkik ini termasuk menu khas Bojonegoro. Saya sendiri yang menciptakan racikan bumbu-bumbunya,” kata Yayuk, ketika ditemui di warungnya di Pasar Kota, Bojonegoro, Jumat (4/9).

Ia mengaku berjualan menu masakan berbagai aneka ikan Bengawan Solo, dengan menu andalan garang asem ndas rengkik, sejak 1990.

Meski menu andalannya garang asem ndas rengkik, lanjutnya, kepala ikan patin/jambal, jika dimasak asem-asem, juga enak dan banyak disukai pembeli.

“Ya, sejak 1990 saya selalu berjualan makanan khusus ikan Bengawan Solo, mulai rengkik, patin, tawes, kuthuk, juga ikan lainnya,” jelas dia.

Hanya saja, menurut dia, kalau nelayan Bengawan Solo tidak banyak memperoleh ikan, maka menu masakannya akan dicampur dengan ikan laut dan ikan air tambak. Tapi, lanjut dia, kalau kemarau nelayan Bengawan Solo di daerah setempat, bisa memperoleh ikan rengkik, juga patin, dengan jumlah cukup banyak.

Meski demikian, sebagaimana diungkapkan Yayuk, pembeli yang makan di warungnya, sebagian besar,  ingin menikmati menu masakan ikan Bengawan Solo terutama garang asem ndas rengkik.

Selama ini, katanya, dirinya bisa menjual rata-rata sekitar 10 ekor ikan rengkik atau patin/hari, bahkan bisa lebih, dengan menu kepalanya untuk asem-asem, dan dagingnya digoreng dengan menu sambal penyet ikan.

Menurut dia, pembeli yang sudah terbiasa menyantap menu garang asem ndas rengkik, akan kecanduan. Selain, rasanya yang pedas, juga dipadu dengan rasa asam dan gurih dari kepala ikan.

“Pembeli paling sukat kulit ikan rengkik, sebab rasanya gurih dan lezat,” tandasnya.

Mengenai pelanggan garang asem ndas rengkik, ia mencontohkan ada seorang pelanggannya yang selalu rutin membeli garang asem “ndas rengkik”, bahkan pernah memborong sebanyak 40 porsi (40 kepala).

“Pelanggan saya dari berbagai kalangan. Ada pedagang pasar, juga pegawai negeri sipil (PNS) dan pengusaha,” ucapnya.

Di warung Yayuk, harga menu masakannya Rp20.000/porsi, tidak termasuk nasi dan minuman. Harga Rp20.000 itu, mulai garang asem ndas rengkik, patin, termasuk ikan goreng baik rengkik atau patin, juga tawes dan kuthuk.

“Kalau ikannya agak kecil biasanya saya memberi tarif Rp20.000/porsi sudah termasuk nasi dan minuman,” ucapnya.

Yayuk mengaku tidak tertarik berjualan makanan dengan menu khas berbagai aneka ikan Bengawan Solo, dengan membuka restoran atau warung di luar.

“Buat apa berjualan di luar. Di sini saja sudah laris,” ucapnya. (sa/mcb).

Leave a Comment