Share

Lezatnya Satai Madura di Pasar Kota Bojonegoro

Bojonegoro, 20/3 (Media Center) – Menikmati lezatnya satai Madura Lezat bisa diperoleh dimana saja, bahkan di penjaja keliling yang sebagian besar warga Madura termasuk di Pasar Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Tetapi pembeli boleh kecewa karena di lokasi penjual satai tidak ada tempat duduk, karena semua pembeli berdiri.

“Sebagian besar pembeli satai untuk dibawa pulang. Tapi ada juga pembeli yang makan disini, tetapi tempatnya seadanya ya harus berdiri,” kata penjual satai Madura Hamid ditemani istrinya Ami, dalam perbicangan dengan kanalbojonegoro, Senin (20/3).

Ia menceriterakan sebelumnya berjualan Satai di Semarang, Jawa Tengah, bersama istrinya yang kemudian memutuskan hijrah ke Bojonegoro juga mulai berjualan satai di pasar setempat pada 2008.

“Ya karena istri saya warga Bojonegoro. Saya mulai berjualan satai disini setelah banir besar Bengawan Solo,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan memilih berjualan satai di pasar setempat karena di sekitarnya belum ada pedagang semacam yaitu satai Madura.

Di kalangan penjual satai Madura ada kultur sesama pedagang tidak boleh bersaing berdekatan dalam berjualan.

Ia mencontohkan di Wisata Bintang Kelap-Kelip di Stadion Letjen H. Soedirman juga ada penjual satai Madura.

“Saya tidak ikut berjualan di sana karena ada kesepakatan yang tidak tertulis bahwa sesama pedagang sejenis tidak boleh bersaing berjualan berdekatan,” tuturnya.

Ia memperhitungkan berjualan di pasar kota peluang berkembang besar, karena tidak ada pedagang satai sejenis di sekitarnya.

Hanya saja, kata dia, di lokasi pasar setempat tidak ada stand yang dijual, sehingga harus berjualan berdiri di tepi jalan.

“Saya bisa menjual rata-rata sekitar 500 satai atau dua ekor ayam per harinya,” ucapnya.

Harga satai di tempatnya Rp11.00 per 10 tusuk lebih murah dengan harga satai sejenis di luaran yang bisa mencapai Rp12.000-Rp14.000 per 10 tusuk.

“Saya juga menjual “balungan” ayam. Peminatnya cukup banyak,” ucapnya menambahkan.

Selain berjulan di pasar setempat, menurut Ami, dirinya sering menerima pesanan dari beragai kalangan yang memesan satai untuk acara hajatan.

“Pesannya bisa ratusan satai,” ucapnya.

Seorang pelanggan satai Hamid asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro Slamet menjelaskan satai Madura Hamid tidak hanya lezat, tetapi juga besar-besar dan rasa daging ayamnya masih segar.

“Sepertinya ayam yang dibeli selalu baru jadi rasanya lezat dan gurih, juga rasa khas satai Madura sangat menonjol,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment