Share

“Lifting” Minyak Bojonegoro Terealisasi 19,4 Juta Barel

Bojonegoro, 29/5 (Media Center) – “Lifting” atau produksi minyak terjual Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, triwulan I terealisasi 19,4 juta barel atau 25,07 persen dari prognosa sebesar 77,4 juta barel yang ditetapkan di dalam APBN 2018,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Herry Sudjarwo, di Bojonegoro, Selasa (29/5).

Ia menyatakan hal itu berdasarkan rapat koordinasi rapat kerja perhitungan realisasi “lifting” migas di Jakarta, pada 13-15 Mei.

Lebih lanjut ia menjelaskan secara prognosa dapat disimpulkan “lifting” minyak bumi Bojonegoro 2018 telah mencapai target.

Tapi terdapat penurunan “lifting” pada beberapa kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) apabila dibandingkan dengan triwulan IV pada 2017.

“KKKS JOB-PPEJ, dan PT Pertamina EP sumur Tiung Biru mengalami penurunan yang cukup nderastis,” kata dia menjelaskan.

Sedangkan untuk KKKS PT Pertamina EP-KSO Geo cepu sampai dengan triwulan I 2018 berhenti produksi karena pailit, yang kemudian diambilalih oleh PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jaw Tengah.

“Dari hasil pengecekan di lapangan bahwa sumur minyak tersebut masih berpoduksi. Dari keterangan PT Pertamina EP hasil produksi sumur bekas KKKKS Geo Cepu Indonesia dimasukkan dalam perolehan litfing KKKS PT Pertamina EP Cepu,” kata dia menjelaskan. (*/mcb)

Leave a Comment