Share

Jasad Lima Santri Langitan Tuban Ditemukan

Bojonegoro, 8/10 (Antara) – Lima santri Ponpes Langitan, Widang, Tuban, Jawa Timur, yang menjadi korban perahu tenggelam di Bengawan Solo di kawasan Widang, Tuban dan Babat, Lamongan, ditemukan,” kata Kepala Kantor Basarnas Jawa Timur, Arifin, dari lokasi kejadian, Sabtu (8/10).

Ia menyebutkan tiga nama yang sudah diketahui identitasnya yaitu Moch. Barikly Amri, asal Manyar, Gresik.

Lainnya adalah Rizki Nur Habib (15) asal Kecamatan Percut Seitian, Deli Serdang Sumatera Utara,M. Afiq Fadlil (19) asal Bulakparen, Kecamatan Bulukamba, Brebes

“Dua korban santri lainnya yang sudah ditemukan dalam proses identifikasi oleh Tim “Disaster Victim Identification” (DVI) Polda Jawa Timur.

Temuan terakhir di bawah Jembatan Babat, Lamongan, yang berjarak hanya sekitar 500 meter dari lokasi kejadian di tambangan Babat, Lamongan.

Lebih lanjut ia menjelaskan tim SAR gabungan dari Basarnas, Polisi Air Polda Jawa Timur, Polres Tuban, BPBD Tuban, Lamongan, Bojonegoro dan Gresik, akan mencari korban perahu lainya yang belum ditemukan selama sepekan sejak kejadian sehari lalu.

Dengan demikian kalau dalam sepekan masih ada korban yang belum ditemukan, maka pencarian dihentikan, tapi pemantauan tetap dilakukan.

“Kami akan turun ke lapangan kalau memang ada informasi korban ditemukan, setelah pencarian dihentikan,” katanya menegaskan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiono, menjelaskan setelah menjalani identifikasi maka santri korban perahu tenggelam akan diserahkan kepada pihak Ponpes Langitan untuk diteruskan kepada keluarganya.

Perahu tambang berpenumpang 25 santri Ponpes Langitan Widang tenggelam sehari lalu ketika menyeberang dari tambangan di Desa Widang, Kecamatan Widang, Tuban, menuju tambangan di Desa Babat, Lamongan.

Dalam kejadian itu sebanyak 18 santri selamat. Tujuh santri yang diperkirakan menjadi korban perahu tenggelam yaitu Abdullah Umar (15) asal Bedilan, Gresik, M. Afiq Fadlil (19) asal Bulakparen, Kecamatan Bulukamba, Brebes, Moch. Barikly Amri, asal Manyar, Gresik.

Selain itu, Moh. Arif Mabruri (18) asal Sumberrejo Bojonegoro, Muhsin (16) asal Tambaksari Surabaya Rizki Nur Habib (15) asal Kecamatan Percut Seitian, Deli Serdang Sumatera Utara, dan Lujaini Dani (13) asal Manyar, Gresik. (*/mcb)

Leave a Comment