Share

Maksimalkan Peran Koperasi untuk Kurangi Kemiskinan

Bojonegoro, Media Center – Keberadaan koperasi diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengurangi kemiskinan. Karena banyak unit usaha yang bisa dijalankan sesuai potensi yang ada di masing-masing wilayah.

“Selain itu juga bisa mengatasi masalah sulitnya akses permodalan bagi masyarakat yang memiliki usaha kecil,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bojonegoro, Setyo Yuliono saat menghadiri rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2019 Koperasi Produsen Agribisnis (KPA) Makmur Sejahtera Bersama Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kamis (12/3/2020).

Nanang, sapaan akrabnya, mengapresiasi keberadaan KPA Makmur Sejahtera Bersama. Menurutnya banyak usaha bidang pertanian, olahan hasil produksi pertanian dan peternakan yang dijalankan.

“Bidang usaha ini sesuai dengan potensi yang ada di sini. Karena mayoritas masyarakat di sini adalah petani,” ujar pria yang pernah menjabat Camat Gayam itu.

Untuk memaksimalkan peran koperasi di Bojonegoro, lanjut Nanang, tahun 2020 ini, pihaknya akan mengembangkan 1.262 unit koperasi. Karena dari jumlah tersebut, sebanyak 585 koperasi tidak aktif, dan 677 unit koperasi masih aktif.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan koperasi tersebut tidak aktif. Di antaranya SDM kurang mendukung.

“Karena itu kita akan beri pelatihan baik manajemen, pemasaran produk, maupun cara meningkatkan kwalitas produknya dengan bekerjasama dengan organisasi perangkat daerah atau OPD terkait,” pungkasnya.

Dengan begitu, tambah dia, koperasi bisa berkembang dengan baik dan sehat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

“Sehingga bisa membantu mengentas kemiskinan,” pungkasnya.

Ketua Umum KPA Makmur Sejahtera Bersama, Darusman menjelaskan, KPA berdiri berdiri tahun 2016. Dengan jumlah anggota sebanyak 300 lebih yang berasal dari 16 kelompok swadaya masyarakat (KSM) 12 desa di Kecamatan Gayam, dan 2 di Kecamatan Kalitidu.

Usaha yang dijalan KPA Makmur Sejahtera Bersama cukup meningkat signifikan. Asset tahun 2019 yang dimiliki mengalami kenaikan 110% dibanding tahun 2018 yakni dari Rp2.957.008.859 menjadi Rp3.011.787.977. Selain itu produktivitas usaha secara jumlah juga mengalami peningkatan 77% dari Rp62.769.731 pada 2018 naik menjadi Rp111.234.597. Sementara simpanan saham sampai tahun 2019 ada kenaikan Rp12.250.000.

Sejumlah usaha yang dijalankan KPA Makmur Sejahtera Bersama diantaranya pertanian, peternakan, olahan pertanian, makanan ringan, investasi pengairan. Selain itu juga melakukan kerjasama dengan 16 KSM, Tatik Bakrey, ayam potong, CV Goro, Koperasi Kareb, dan Hotel di Malang.

“Target kedepan, selain memiliki kantor dan mesin penggilingan sendiri, kita juga akan menambah combine atau mesin panen padi jenis 93. Karena Combine jenis 35 yang kita miliki sekarang kurang maksimal,” tandasnya.(Dwi)

Leave a Comment