Share

Maksimalkan Produktivitas Jagung, Bupati Bojonegoro Hadiri FGD Ketahanan Pangan Nasional

Jakarta, MediaCenter – Sebanyak 80% bahan pakan bidang peternakan bersumber dari jagung. Selain menjadi sumber pakan ternak, jagung  menjadi sumber makanan pokok serta kebutuhan penunjang lainnya. Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki potensi yang sangat besar.

Untuk memaksimalkan produktivitas jagung, Kamar Dagang Dan Industri Indonesia atau  KADIN Indonesia mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Pemanfaatan Jagung Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Berbasis Hewani” di  Menara KADIN Indonesia Jakarta pada Selasa (3/7/2019) pagi.

Beberapa narasumber hadir yang dalam acara FGD. Diantaranya adalah Mayjen TNI DR. Bachtiar S.IP. A.AP selaku Direktur Pengadaan Perum Bulog, Robert selaku Ketua Perkumpulan Petani Jagung, Ir. Syukur Iwantoro, M.S MBA  Sekjen Kementrian Pertanian RI, Rudyan Kopot Ketua Komite Tetap Perkebunan, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad Ketua Dewan Jagung Indonesia,  H. Suharyo Husen Wakil Ketua Komite Tetap Pertahanan Pangan serta PT. Charoen Pokhpand Indonesia.

Hadir perwakilan dari Kementrian Koordinator Bidang Ekonomi, dan juga beberapa  Kementrian dari Pertanian,  UMKM dan Koperasi,  Perindustrian, Perdagangan, serta Perguruan Tinggi, Pengusaha, Asosiasi Terkait, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) serta Kadin Indonesia.

Bupati Bojonegoro Anna Muawannah juga hadir dalam FDG ini dan didampingi oleh beberapa OPD

Helmy Elisabeth Plt. Kadin Pertanian, Catur Rahayu Plt Kepala Dinas Peternakan, Elvia nuraini Kabid budidaya dan pengembangan ternak, serta Ike Kabid Bappeda,

Bupati Bojonegoro mengatakan produksi jagung Bojonegoro tahun 2018 sudah surplus hingga 236 ribu ton. Bojonegoro juga masih memiliki potensi lahan yang belum tergarap yaitu sebanyak 140 hektare. Selama ini salah satu kendala sektor pertanian juga tidak lepas dari sumber daya air.

“Untuk itu, Pemkab Bojonegoro telah melakukan percepatan pembangunan bendung gerak sebagai sumber irigasi air,” kata Bupati perempuan pertama di kabupaten bojonegoro.

Bojonegoro yang memiliki 1.500 kelompok petani telah difasilitasi dengan Kartu Petani Mandiri (KPM) yang juga Asuransi Usaha Tanaman Pertanian (AUTP).

H. Suharyo Husen selaku Wakil Ketua Komite Tetap Pertahanan Pangan mengatakan permasalahan pertahanan pangan di Indonesia ini, masih membutuhkan perhatian yang sungguh – sungguh, baik dari pemerintah maupun swasta. “Terutamanya adalah akses penduduk yang masih minim dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, baik produksi protein maupun hewani,” terangnya.

Ketua Dewan Jagung Indonesia Prof Dr. Ir Fadel Muhammad juga menambahkan bahwa produktivitas jagung yang makin melimpah nantinya harus dibarengi dengan upaya pengelolaan yang kompleks. “Kita bisa memaksimalkan produksi benih dan pupuk yang berkualitas agar produksi jagung bisa maksimal, tidak turun,” tutur mantan Gubernur Gorontalo.

Melalui FGD ini diharapkan mampu memberikan masukan kepada pemerintah, agar dapat menyusun strategi guna memaksimalkan produktivitas jagung sebagai salah satu penunjang ketahanan pangan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dan FGD ini juga sebagai diskusi antar pelaku industri, forum petani serta pemerintah untuk mengetahui program – program apa saja sudah dan yang akan dilakukan untuk mendukung produktivitas jagung. (Dwi/NN)

Leave a Comment