Share

Malik Fadjar-Suyoto; Rindu Bapak ke Anak

Bojonegoro, 4/8 (Media Center) – Abdul Malik Fadjar, membuka pidatonya dengan suara yang berat di depan karyawan Kementerian Agama Bojonegoro, Kamis 3 Agustus 2017. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini, berpidato selama lebih dari 30 lamanya, ditemani Bupati Bojonegoro, Suyoto.

Dalam prolognya, mantan Menteri Agama dan Menteri Pendidikan ini menyebut, datang ke Bojonegoro, ibarat Bapak mengunjungi anaknya. Ya, hubungan Malik Fadjar dengan Suyoto memang terjalin tak hanya di pertemuan ini saja. Keduanya didekatkan dengan hubungan emosional, dalam wadah pendidikan. Malik Fadjar ketika itu Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, dan Suyoto menjadi dosen di perguruan tinggi tersebut.”Jadi, ya saya ini seperti mengunjungi anak lah,” ujar Malik Fadjar terkekeh.

Hubungan terus berlanjut. Malik Fadjar, kariernya terus menanjak. Sempat merangkap menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan kemudian diangkat menjadi Direktor Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, awal tahun 2000-an. Selanjutnya, dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Menteri Agama.

Menurut Malik Fadjar, kunjungan kerja ke Kabupaten Bojonegoro, seperti mengunjungi rumah anak. Diajak berkeliling ke kantor-kantor pemerintahan, ke lembaga dakwah, pengelolaan panti asuhan. Jadi, ini tentu kunjungan kerja yang menyenangkan dalam kapasitasnya sebagai anggota Wantimpres di bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial.”Menyenangkan, lhat Bojonegoro maju,” papar pria kelahiran Yogyajarta 22 Februari 1939 ini.

Jika Malik Fadjar konsisten di dunia pendidikan, beda dengan Suyoto. Setelah aktif menjadi dosen dan kemudian diberi tanggung jawab menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Suyoto, mulai mengubah haluan. Pria kelahiran Desa Bakung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro 52 tahun silam ini, meniti karier di dunia politik. Sempat menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur daerah pemilihan IX (Bojonegoro-Tuban). Di tahun 2007-2008, Kang Yoto, panggilannya, terpilih menjadi Bupati Bojonegoro periode 2008-2013 dan 2013 hingga sekarang.

Terkait sosok Malik Fadjar, Suyoto menyebut, kariernya di dunia pendidikan hingga sekarang ini, karena ada banyak campur tangannya. Dia menyebut, mendapat kepercayaan menjadi dosen, saat usia masih muda, antara 23-25 tahun.”Saya ditunjuk jadi dosen, juga mendampingi beliau (Malik Fadjar), di beberapa acara penting,” tegas Kang Yoto dalam sebuah cerita.

Maka, jika Bojonegoro mendapat kunjungan Malik Fadjar, dalam kapasitasnya sebagai anggota Wantimpres, hal itu sebagai sesuatu yang luar biasa. Artinya, berkunjung karena kedinasan sekaligus Bapak mengunjungi anaknya. “Ya, jadi kangen Bapak ke anak,” imbuh Kang Yoto. Dia berharap, sosok seperti Malik Fadjar, bisa terus menjadi tauladan dan Bapak Bangsa.(*/mcb)

Leave a Comment