Share

Manisnya Kue Bolu Batik “Jonegoroan” Makin “Ngetren”

Bojonegoro, 19/8 (Media Center) – Kue bolu batik “Jonegoroan” yang produksinya dirintis warga Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, Erni Indah Lestari (43), semakin “ngetren”.

Produksi kue bolu batik Jonegoroan juga diadopsi di produksi di kuliner lainnya, dengan bahan dasar tetap bolu dengan pola motif berbagai aneka batik.

“Tapi sampai sekarang saya tidak memproduksi bolu batik jonegoroan secara komersial, karena saya pegawai negeri sipil (PNS),” kata Erni yang sekarang menjadi PNS di Dinas Perhubungan Pemkab Bojonegoro kepada detakpos di Bojonegoro.

Ia mengaku mulai mengembangkan bolu batik Jonegorean dengan motif berbagai aneka batik tidak terkecuali batik “Jonegoroan” sejak setahun lalu.

Pada awalnya, lanjut dia, hanya belum banyak motif batik yang bisa dibuat menjadi bolu, tetapi dengan dorongan keluarganya hingga sekarang hampir semua motif batik di Tanah Air, termasuk semua motif batik Jonegoroan bisa dibuat menjadi bolu batik.

“Ya kalau sekarang membuat semua motif batik di Tanah Air termasuk batik Jonegoroan menjadi bolu ya bisa. Mengarang motif batik sendiri menjadi bolu ya juga bisa,” ucapnya menegaskan.

Meski sudah mampu memproduksi bolu batik, menurut dia, belum ada keingginan memproduksi bolu batik secara massal dan komersial, sehingga pemesannya masih sebatas kenalan atau pemesan yang tahu dirinya bisa membuat bolu motif batik. Padahal, ia bisa membuat bolu motif batik tidak terhitung jumlahnya yang ada Tanah Air.

“Ya saya kan PNS. Kalau ada pemesan ada waktu longgar ya saya layani, tetapi kalau repot saya tolak,” ucapnya.

Bahkan, lanjut dia, kenalannya yang memesan kue bolu batik kalau dimanfaatkan untuk jajanan kenduri ditolak dengan alasan kue bolu batik kurang cocok.

“Cocoknya kue bolu batik ini untuk hantaran atau hadiah diberikan kepada orang lain, ketika berkunjung atau keperluan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bisa membuat kue bolu dengan motif batik dengan mempelajari gambar kue bolu motif batik yang ditemukan di google dan di youtube.

Di google produksi kue bolu dengan motif berbagai aneka batik di Tanah Air cukup banyak, tapi kue bolu motif batik “Jonegoroan” belum ada.

Cara pembuatannya, katanya, untuk kue bolu resepnya sama dengan kue bolu pada umumnya, hanya saja untuk memberi motif batik dibutuhkan ketelitian karena harus menggambar satu persatu motif batik itu.

“Soal rasa kue bolu saya ya tidak mau kalah yang ada di toko. Sebuah kue bolu motif batik untuk mengambarnya membutuhkan waktu sekitar 1 jam,” ucap Erni yang pernah menjalani pendidikan Tata Boga di Surabaya itu.

Selain motif batik, ia juga membuat kue bolu dengan berbagai motif lainnya, antara lain, motif pelanggi. “Saya menjual kue bolu motif batik Rp45.000 per bolu. Harga itu tergolong murah dibandingkan bolu motif batik di kota besar yang harganya bisa mencapai Rp65.000 per bolu.

“Sekarang di Bojonegoro juga ada pembuat roti yang juga ikut membuat bolu batik Jonegoroan,” ucapnya menambahkan.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) Bojonegoro Moch. Subechi mendukung bolu batik “Jonegoroan” diajadikan salah satu kuliner khas daerahnya untuk menjadi cinderamata dalam acara-acara tertentu di pemkab.

“Kue bolu motif batik “Jonegoroan” cocok untuk bingkisan tamu pemkab,” tandasnya. (*/mcb)

Leave a Comment