Share

Mantan Pekerja Migas Bojonegoro Ikuti Pelatihan Keterampilan

Bojonegoro (Media Center) – Ratusan mantan pekerja proyek minyak dan gas Lapangan Banyu Urip Blok Cepu dari 11 desa di Kecamatan Gayam mengikuti berbagai pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bojonegoro. Pelatihan tersebut dilaksanakan sejak 30 Juli hingga Desember 2015. “Ada delapan bidang pelatihan yang kami berikan,” ujar Surini Santoso, Kepala UPT Pelatihan Kerja Bojonegoro, Rabu (12/8). Setiap bidang pelatihan, imbuh Surini, diikuti 20 peserta.

Menurut Surini, pelatihan tersebut, diarahkan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat setempat, terutama para pemuda.

“Setelah pelatihan selesai, mereka akan diberi modal awal untuk membuka usaha,” katanya.

Modal awal tersebut, jelas Surini, berupa peralatan dasar masing-masing bidang dan papan nama usaha masing-masing. Bidang tersebut meliputi, keterampilan sablon, audio visual, otomotif, menjahit, las listrik, service AC, handycraft, dan keterampilan bordir.

Seperti dikatakan Surini, pelatihan tersebut sepenuhnya gratis karena dibiayai oleh operator migas blok cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Affairs Manager, Rexy Mawardijaya melalui stafnya Slamet Rijadi mengatakan bahwa pelatihan tersebut juga hasil koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro.

“Kami sudah memberikan pelatihan seperti ini sejak 2008,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini diharapkan bisa menjadi bekal para pemuda dari daerah wilayah sekitar operasi EMCL dalam meningkatkan taraf ekonomi mereka.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Penempatan Kerja dan Trasmigrasi Disnakertransos Bojonegoro Joko Santoso, mengaku sudah meninjau langsung program pelatihan ini.

“Sejak awal kita EMCL sudah berkoordinasi dengan kita,” katanya.

Joko memastikan, tidak ada program yang tumpeng tindih. 12.000 pelatihan yang digelar pemkab Bojonegoro tidak ada yang sama dengan program EMCL. Selama ini, imbuh Joko, Pemkab Bojonegoro terus memantau perkembangan proyek, terutama perkembangan pekerja yang sudah selesai masa kontraknya di proyek migas Blok Cepu.

“Tahun ini berkisar 5.000-6.000 tenaga kerja proyek minyak Blok Cepu, yang berakhir kontraknya,” ucapnya.

Menurut Joko, bermodal pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, mereka ada yang bekerja di proyek lain ada juga yang membuka usaha sendiri.

Sesuai data semester I, Pemkab Bojonegoro telah memberikan berbagai pelatihan kepada sebanyak 4.363 peserta, baik pelatihan kewirausahaan, maupun sertifikasi. Sedangkan semester II, sebanyak 8.407 peserta sudah masuk dalam pendataan Disnakertransos Bojonegoro.(uky/*mcb)

Leave a Comment