Share

Manusia Besar Dalam Banjir!

Ini hari kelima (19/12/2013) banjir luapan Bengawan Solo. Air di wilayah tengah sedikit menurun, siang di 15.09 (siaga III), dan malam ini turun di 14.98 (siaga II). Dalam lima hari ini banyak peristiwa dan orang yang saya temui, dan spirit luar biasa diantara mereka!

Pemberian Tak Berbatas!
Mr Jak, dia melengkapi nama, dengan Mr Jak penthol, karena profesinya penjual penthol keliling. Meskipun lebih sering nongkrong di sekitar alun-alun ketimbang keliling.

Mr Jak tinggal di Ledokkulon (Kecamatan Bojonegoro-red), tepatnya di bantaran Sungai Bengawan Solo, yang merupakan daerah langganan banjir.

Saat ini saya memberinya “jabatan” baru untuk Mr Jak, yakni ketua RT pengungsi. Jak lah yang selalu rajin sms mengenai segala perkembangan banjir dan warga sekitarnya.

Dia juga yang bersama warga memutuskan kapan memulai dan mengakiri hidup di gedung serba guna, tempat mengungsi saat banjir.

Banjir kali ini datangnya lebih awal dari perkiraan kami semua. Maka gedung serba guna belum sepenuhnya disiapkan untuk menjadi hunian sementara bagi warga yang terdampak banjir.

Hari Minggu, Tanggal 15 Desember 2013, saat pertama banjir memasuki siaga III, gedung serbaguna masih dipakai resepsi manten. Mr Jak sms saya kapan boleh mengungsi. Saya jawab: “maunya kapan? semua acara di serbaguna akan saya pindah, dan biarkan memakai pendopo”.

“Tidak usah kang, kami tunda masuknya,” jawab Jak. Bahkan, saat tahu gedung dipakai, Mr Jak meminta agar acara tetap berlangsung, dia dan warganya memilih pindah sementara di belakang gedung.

Setiap ada kesulitan, selalu ada banyak pengorbanan dan pemberian. Ada banyak Jak, yang dengan kuasanya masing-masing memberikan maaf, pengertian, perhatian, manfaat, senyuman, buah tangan, keringat, energi, atau apa saja yang diperlukan orang lain.

Dari dapur umum, pos kesehatan, tanggul bocor, petugas jaga, sopir pengangkut, pembuat laporan, atau nahkoda perahu. Energi ketulusan memberi selalu dapat jelas terasa!

“Menerima sesuatu yang diharapkan memang membahagiakan, tapi memberi jauh lebih membahagiakan! Kebahagiannya tak pernah terbatas!”

Ditulis oleh:
Kang Yoto
Bupati Bojonegoro

Leave a Comment