Share

Marak Tambang Pasir Ilegal, Dispenda Tak Bisa Tarik Pajak

Bojonegoro, 24/11 (Media Center) – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, tak bisa menarik pajak dari kegiatan penambangan pasir di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo, meskipun kegiatan tersebut merupakan pajak mineral bukan logam dan batuan.

“Kami tidak bisa menarik pajak karena penambangan pasir dilakukan ilegal. Oleh karena itu, Bojonegoro tidak mendapatkan pajaknya,” kata Kepala Dispenda Hery Sudjarwo, Kamis (24/11)

Menurutnya, hal ini sangat disayangkan. Karena, seharusnya semua kegiatan penambangan pasir sudah berizin dan mengikuti aturan. Padahal, jika itu dilakukan sesuai aturan, para penambang bisa memberikan kontribusi kepada daerah.

Sekarang ini, perolehan retribusi pajak bukan logam dan batuan di daerahnya hanya dari satu perusahaan yaitu PT Wira Bhumi Sejati dalam penambangan tanah kapur di Desa Gajah, Kecamatan Baureno.(dwi/mcb)

Leave a Comment