Share

Masjid Piyak Bojonegoro Tidak Dimanfaatkan Shalat Jumat

Bojonegoro (Media Center) – Masjid di Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (26/3), tidak dimanfaatkan Shalat Jumat, disebabkan terendam air banjir baik halaman juga di dalamnya, dari luapan air Kali Mengkuris.

“Warga melaksanakan Sholat Jumat di masjid seberang jalan yang tidak kebanjiran,” kata Camat Kanor, Bojonegoro Subiyono, di lokasi banjir.

Halaman masjid setempat, katanya, sudah kemasukan air banjir luapan Kali Mengkuris, yang airnya tidak bisa masuk ke Bengawan Solo. Di halaman masjid ketinggian air sekitar 40 centimeter dan air banjir juga masuk ke ruangan masjid.

“Memang lokasi masjid yang terendam air banjir ini agak rendah dibandingkan dengan bangunan lainnya, dan berdekatan dengan Kali Mengkuris,” ucapnya, didampingi Kasi Trantib Kecamatan Kanor, Saat Mujadid.

Lebih lanjut ia menjelaskan banjir luapan Bengawan Solo di wilayahnya, masih melanda, sejumlah desa, antara lain, melanda Desa Tambahrejo, Cangaan, Piyak, dan Semambung.

Bahkan, katanya, meskipun ketinggian air di daerah hulunya, di Kecamatan Kota, air Bengawan Solo surut, tapi di daerahnya air masih naik.

“Surutnya air di hulu, ya, larinya ke daerah kami. Rata-rata genangan air banjir menggenangi areal persawahan,” ucapnya, menambahkan.

Ia juga menyebutkan banjir luapan Bengawan Solo, di wilayahnya, sebagian besar melanda persawahan, di antaranya, di Desa Tambahrejo, terdapat tanaman padi seluas 60 hektare dan Cangaan 56 hektare.

“Di Desa Piyak, ada tanaman padi seluas 50 hektare dengan usia 25 hari terancam air banjir, karena jebolnya tanggul Kali Mengkuris,” ucapnya.

Namun, lanjut dia, warga desa setempat mengamankan tanggul yang jebol dengan membuat igiran agar air tidak meluber ke persawahan. (*/mcb)

Leave a Comment