Share

Masril Koto, Anak Petani yang Punya 580 Bank

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pagi ini (Kamis, 23/1/2014) kedatangan tamu istimewa, Masril Koto

Bojonegoro (Media Centre) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pagi ini (Kamis, 23/1/2014) kedatangan tamu istimewa, Masril Koto, pendiri Bank Tani dan Lembaga Keuangan Mikro. Pria paruh baya asal Padang, Sumatera Barat yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas IV SD, berdiri di depan pejabat yang ada di lingkup Pemkab Bojonegoro untuk bercerita mengenai kisah suksesnya.

Masril Koto yang memang berasal dari keluarga petani, mengawali kisahnya saat kelompok tani, kesulitan untuk mendapat pinjaman traktor dari kelompok tani lainnya yang mendapat bantuan dari pemerintah. “Dapat pinjam juga harus bayar itu” ungkapnya kental dengan logat bataknya.

Berangkat dari pengalaman itulah kemudian ia bersama dua kawannya berencana untuk membuat bank tani, bank yang dikhususkan membantu petani untuk membayar biaya sewa traktor dan biaya tanam. Ia berkisah, dengan pengetahuan yang terbatas mengenai dunia pebankan dan hanya memilik modal sebesar Rp600.000, Masril Koto bersama rekannya meminta saran ke salah satu bank pemerintah, dari situ ia bisa mendapat modal dengan menjualkan saham seharga Rp100.000,- perlembar yang ditawarkan ke
petani di desanya, sehingga terkumpul modal awal Rp15.000.000,-.

Tak berhenti disitu, berpegang modal minim, ia mempekerjakan anak-anak petani walau tanpa gaji pada tahun 2005. “Tak ada gaji mereka, dikasih seragam, nama-nama di dada (nametag) sudah senang mereka” ujarnya lagi. Ia mengaku baru bisa menggaji para karyawannya di tahun ketiga sebesar Rp250.000,- hingga kini gaji para karyawannya mencapai Rp2.000.000,-.

Dan saat ini ia sudah mendirikan sekitar 580 Bank Tani, meskipun belum mempunyai ijin, namun Masril Koto tak berhenti mengembangkan Bank Petani ke seluruh Indonesia.”Jadi sejak awal belum ada ijinnya itu Bank Petani?” tanya Bupati Bojonegoro, Drs H Suyoto MSi, yang langsung menjadi moderator di Ruang Anglingdharma, kompleks Pemkab Bojonegoro.

“Belum dapat ijin. Baru dapat ijin waktu sudah ada 500 bank,” jawabnya dengan polos. Sontak jawaban ini mendapat sambutan tepuk tangan dan tawa. Masril mengatakan Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi yang mendukung perekonomian warganya. “Tinggal menumbuhkan kemauan dan sikap positif dan optimis
agar mau menjadi sukses,” tambahnya.

Suyoto berharap, dengan menghadirkan sosok Masril Koto bisa memberi pencerahan kepada pendengar talk show ini. “Bagaimana melihat masalah bukan dari masalahnya, tetapi dari cara menyelesaikannya. Juga bagaimana kita bekerja dengan meyakini jalan Tuhan, siapa yang menanam pasti akan menuainya” ujarnya saat menutup. (liamcb)

Leave a Comment