Share

“Mbah Balok” Akan Dipindah Ke Kota Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – “Mbah Balok” atau kayu jati temuan di Bengawan Solo yang disimpan di tempat penimbunan kayu (TPK) di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan dipindahkan ke alun-alun kota.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pelestarian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Suyanto, Sabtu (8/8), mengatakan, pemindahan kayu jati temuan di Bengawan Solo ke alun-alun sudah atas persetujuan Perhutani.

“Pemindahan kayu jati dari TPK ke alun-alun merupakan salah satu acara HUT ke-338 kabupaten, yang akan menjadi satu kesatuan dengan “ruwatan” massal di Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem,” jelasnya.

Kayu jati itu, menurut dia, akan ditempatkan di dekat monumen Mastrip di pojok alun-alun, dilengkapi dengan pengaman berupa tempat peneduh.

“Ya akan kita beri peneduh agar tidak kehujanan dan kepanasan,” ucapnya.

Ia menjelaskan pemindahan kayu jati temuan itu akan akan diawali dengan upacara arak-arakan.”Sesuai jadwal acara pemindahan kayu jati 1 November,” tandasnya.

Data di Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Perhutani Bojonegoro Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, kayu jati yang tersimpan di sebuah gudang di TPK ditemukan warga di perairan Bengawan Solo di Desa Kauman, Kecamatan Kota, 1994.

Kayu jati berbentuk segi empat tersebut memiliki diameter 40X60 meter, sepanjang 17 meter.

“Kayu jati tebangan baru terpanjang di TPK yang pernah saya ketahui selama ini maksimal hanya 7 meter,” ucap seorang pengusaha kayu jati di Bojonegoro Arif Bijaksana, menambahkan. (sa/mcb).

Leave a Comment