Share

Memasak Telur Tanpa Api di Pontianak

Pontianak, 20/9 (Media Center) – Teriknya sinar matahari di titik nol, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat dimanfaatkan oleh Pemkot setempat untuk menggelar acara yang bertajuk “Lintas Kulminasi Ajaibnye Tugu Khatulistiwe”. Acara yang digelar mulai Rabu hingga Sabtu (19 – 23/9) ini dikemas dalam berbagai rangkaian acara menarik hingga keunikan yang hanya bisa ditemui di titik nol Garis Khatuliswa.

Salah satu acara yang unik adalah memasak telur tanpa menggunakan air dan kompor atau api. Hal ini bisa dilakukan di acara kulminasi matahari di titik nol di kawasan objek wisata Ekuator Tugu Khatulistiwa di kota setempat. Telur mentah yang diletakkan di atas lantai di titik nol juga di sekitarnya, tidak lama akan matang sehingga bisa dimakan.

“Siapa saja diperbolehkan membawa telur untuk diletakan di lantai kawasan objek wisata Tugu Khatulistiwa Pontianak. Ya tidak lama telur yang diletakkan di lantai bisa matang,” kata petugas dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak Suprihatin, di lokasi Tugu Khatulistiwa Pontianak, Rabu (19/9).

Menurut dia, di acara itu tidak hanya panitia yang membawa telur untuk diletakkan di kawasan setempat. Tapi bagi pengunjung baik wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan manca negara (wisman) tidak dilarang membawa telur pada 23 September.

“Puncak acara titik nol khatulistiwa pada 23 September tepat pukul 11.49 WIB,” ucapnya seraya menambahkan setiap 23 Maret juga terjadi hal serupa.

Di acara itu bagi siapa saja yang berdiri di sekitar Tugu Khatulistiwa juga benda lainnya tidak akan terlihat bayangannya, disebabkan matahari pada garis lintang nol derajat.

“Pemkot Pontianak menggelar berbagai acara, mulai hiburan juga yang lainnya sejak 19 September, dengan puncaknya pada 23 September,” ujarnya.

Sebagaimana juga dijelaskan petugas dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak Iskandar, lokasi titik nol matahari sekarang bergeser ke timur sekitar 100 meter dari Tugu Khatulistiwa yang pertama kali berdiri pada 1928.

“Perhitungan titik nol matahari di Tugu Khatulistiwa yang pertama berdasarkan ilmu Astronomi. Tapi perhitungan di lokasi yang baru itu berdasarkan satelit yang dilakukan pada 2005,” ucapnya.

Di lokasi yang baru juga diberi tanda yaitu bangunan mirip stadion terbuka kecil dilengkapi tempat duduk, dan lokasi tepat matahari di titik nol diberi tanda pipa.

“Pengunjung wisman yang datang ke Tugu Khatulistiwa dari berbagai negara di seluruh dunia,” kata Iskandar menegaskan.

Dengan demikian, baik wisdom maupun wisman setelah masuk ke Tugu Khatulistiwa juga mendatangi lokasi tanda titik nol berdasarkan perhitungan satelit.(*lya/mcb)

Leave a Comment