Share

Membawa Bojonegoro di Forum Dunia (1)

Global Forum kali ini yang akan berlangsung tanggal 11-12 Februari di kampus MIT Cambridge Boston USA, dengan fokus utama trasformasi global dari ego sitem ke eco sistem. Untuk inilah kang Yoto diminta menjelaskan bagaimana kisah perubahan di Bojonegoro.

Hari ini saya meninggalkan Indonesia, terbang ke Amerika, untuk memenuhi undangan Presencing Institute yang mengadakan acara Global Forum. Forum ini diselenggarakan kerja sama Presencing Institute, MIT economic sloan faculty dan sponsor. Akan hadir berbagai tokoh akademisi, Organisasi non pemerintahan (NGO) dan pelaku usaha dari seluruh benua. Forum ini juga akan diikuti peserta dari seluruh dunia lewat streaming.

Lalu mengapa Kang Yoto diudang untuk menjadi pembicara di forum bergengsi kelas dunia ini??
Jawaban sederhananya karena perubahan sosial yang sedang terjadi di Bojonegoro dalam rangka pembangunan ekonomi dan demokrasi dianggap mewakili fenomena model pemerintahan 4.0. Sebuah pemerintahan yang dicirikan dengan direct, dialogic, distribut dan digital (lihat: Otto scharmer.blog, desember 2011) dan versi yang lebih lengkap ada dalam buku terbaru Otto dan Katrin, Leading by Emerging Future, from ego to eco sytem (2013).

Menurut Otto Scharmer, dunia saat ini mengalami banyak hal yang tanpa diinginkan sebelumnya, atau apa yang disebut dengan an age of distruption. Di abad inilah kebangkrutan sektor keuangan, perubahan iklim, dan pertumbuhan kesenjangan antara yang kaya nyata terjadi.?

Menurutnya, untuk menghadapi tantangan abad ini diperlukan pembaharuan logika sistem ekonomi dan dilaksanakannya sistem yang tidak lagi bertumpu pada ego sistem, tapi pada eko sistem. Buku ini menjelaskan hal hal praktis yang dapat memandu bagaimana membangun sistem ekonomi yang jauh lebih berdaya tahan, tangguh, disengaja, terbuka dan disadari (resilient, intentional, inclusive, dan aware)

Untuk menjalankan dan mewujudkan sistem yang demikian diperlukan model kepemimpinan (demokrasi baru) yang tidak bertumpu pada sentralitas birokrasi, oligargi elit atau model birokrasi abstrak (Max Weber). Diperlukan demokrasi baru: yang dialogis, langsung, distribute dan digital atau yang oleh Otto disebut dengan U democracy. Dalam buku ini disebutkan ada dua model yang dapat dijadikan prototype: Sao Paulo Brazil dan Bojonegoro Indonesia.

Otto merumuskan U Democracy itu setelah tahun 2011 melakukan penelitian langsung di Bojonegoro
Global Forum kali ini yang akan berlangsung tanggal 11-12 Februari di kampus MIT Cambridge Boston USA, dengan fokus utama trasformasi global dari ego sitem ke eco sistem. Untuk inilah kang Yoto diminta menjelaskan bagaimana kisah perubahan di Bojonegoro. Bukawww.presencing.com/global-forum-2014-labs)

Lima tahun yang lalu seluruh orang Bojonegoro, termasuk saya, tidak pernah membayangkan akan mendapat kehormatan dibicarakan dalam forum bergengsi ini. Selalu ada peluang untuk wujudkan mimpi bersama!

Dubai, 10 febr 14
Kang Yoto
Bupati Bojonegoro

Leave a Comment