Share

Membersihkan Brambang, Ibu-Ibu Temayang Peroleh Penghasilan Tambahan

“Lumayan, satu hari bisa dapat Rp40.000 per orang,” jelas Rahayu, warga desa setempat.

Bojonegoro (media Center) – Ibu-ibu di Desa Temayang, Kecamatan Temayang, Bojonegoro mempunyai pekerjaan sampingan sebagai pembersih bawang merah. “Lumayan, satu hari bisa dapat Rp40.000 per orang,” jelas Rahayu, warga desa setempat.

Rahayu bersama puluhan ibu-ibu lain di wilayah tersebut, memanfaatkan waktu luangnya sebagai tenaga pembersih bawang merah di tempat milik Harno. Tugas mereka adalah mengupas kulit luar bawang merah hingga tampak bersih dan siap dipasarkan.

Harno sendiri merupakan pengusaha hasil budidaya tanaman dari Bojonegoro. “Musiman, kalau musim bawang merah ya bawang merah, kalau musim tembakau ya tembakau,” tambahnya.

Ia mengaku menjalankan usahanya dengan menggunakan sistem tebas langsung dari petani. “Yang saya tebas dari seluruh Bojonegoro,” tambahnya. Untuk bawang merah ini, sekali tebas ia mampu menampung hingga 6 ton bawang merah.

Bawang merah hasil tebasannya itu kemudian dijemur sebelum diproses oleh ibu-ibu yang memang bekerja harian untuknya. “Untuk per kilonya, upah ibu-ibu itu Rp400, sehari bisa satu kuintal tiap orang,” jelasnya.

Harno, dalam membeli bawang merah dari petani menerpakan perhitungan bibit yang ditanam, untuk tiap 1 kuintal bibit ia hargai Rp40juta. “Sebelum beli, saya tanya dulu berapa banyak bibit yang ditanam. Saya pakai patokan tiap kuintal bibit menghasilkan 6 kuintal bawang merah, jadi nggak perlu nimbang bawang yang saya tebas,” jelasnya.

Untuk pemasarannya, Harno mengaku langsung menjual ke pasar-pasar, mulai dari pasar yang di desa atau kecamatan hingga di kota Bojonegoro, bahkan dirinya juga memasarkan bawang merah hasil tampungannya ke pasar yang ada di Tuban dan Surabaya.

“Setiap tebasan, bisa untung Rp1-10 juta, tergantung jumlah tebasan,” jelasnya. Harno mengatakan, bawang merah yang sudah dibersihkan mempunyai harga jual yang lebih tinggi ketimbang yang langsung dijual dari hasiul panen, selisihnya mencapai Rp3.000/kgnya. “Kalau sudah bersih harganya bisa Rp13ribu, kalau masih kotor pedagang pasar hanya berani beli Rp10ribu per kilo,” pungkasnya. (numcb)

Leave a Comment