Share

Mengintip Juru Masak Dapur Umum

Bojonegoro (Media Center) – Bertempat di Gedung Keluarga Harapan yang berada tepat di belakang Kantor Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro, sebayak 20 personil Tagana dan relawan terus sibuk mempersiapkan nasi bungkus untuk pengungsi banjir.

“Alhamdulillah kalau masalah logistik sejauh ini terus mendapat pasokan,” ujar Rochim, seorang Tagana asal Kecamatan Padangan, Bojonegoro (17/12/2013).

Rochim yang dalam tiga hari terakhir selalu aktif menyumbangkan tenaga dan waktunya untuk kebutuhan makanan pengungsi tersebut mengaku ikhlas menjadi juru masak di dapur umum.

Dua buah dandang besar dengan tongkat pengaduk, menjadi kawan Rochim bersama Tagana lainnya di tempat itu. “Sudah sekitar 2.000 nasi bungkus yang terdistribusi,” tambahnya.

Ia menjelaskan, petugas dapur umum menggunakan sistem shift. Namun tak sedikit yang memilih untuk tetap berada di lokasi tersebut, untuk berjaga-jaga setiap saat bila tenaganya dibutuhkan. “Makannya ya sama dengan yang dimakan pengungsi,” tambahnya.

Terkadang, menurut Rochim, di dapur umum tempatnya bertugas bisa sangat ramai. Terutama saat proses pembungkusan, selepas waktu makan siang, tempat itu hanya menyisakan sekitar 7 orang.

“Kalau begini sudah agak sepi, tapi saya harus terus memasak nasi,” tambahnya. Saat tempat itu tidak terlalu ramai, tinggal para juru masak di dapur umum yang masih sibuk.

Rochim mengaku senang bisa menjalankan tugas sebagai juru masak dapur umum. “Kami semua ikhlas, karena rata-rata sudah merasakan menjadi pengungsi,” ujarnya sambil terus memindahkan nasi dari dandangnya. (ramcb)

Leave a Comment